Kriminal

Komplotan Perampok Spesialis Kontainer Ditangkap, Diotaki Polisi Gadungan

163352_perampokJakarta – Komplotan pelaku perampokan spesialis muatan truk kontainer dibekuk tim Uni V Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Pelaku yang berjumlah 4 orang itu diotaki oleh seorang polisi gadungan.

Kanit V Subdit Resmob Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya AKP Handik Zusen mengatakan, komplotan tersebut menyasar truk kontainer milik PT Wilson, yang melaju di dalam ruas jalan tol. Truk tersebut hendak mengantarkan bahan karet RSS sebanyak 140 bal ke PT Gajah Tunggal, Tangerang, pada tanggal 15 April 2014.

“Mereka eksekusinya setelah truk melaju di jalan tol. Salah satu pelaku mengelabui korban menggunakan seragam Polri seolah-olah anggota polisi, sambil menodongkan pistol,” jelas Handik dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (30/5/2014).

Empat pelaku yang dibekuk, yakni Amad bin Ingin alias Madun (35), Jamba bin Mina (44), Marto bin Satam (42) dan Usman Sulaiman bin Maman (30). Keempatnya ditangkap pada tanggal 6 Mei 2014, di kawasan Bekasi.

Madun adalah pimpinan dari ketiga pelaku. Kelompok yang diketuai Madun ini berafiliasi dengan kelompok yang diketuai oleh Apen. Kelompok Apen, kata Handik, bertindak sebagai eksekutor.

“Keempat pelaku ini bertindak sebagai tim pengintai yang membuntuti truk sejak keluar dari perusahaan PT Wilson sampai ke jalan mau masuk ke Tol Cikarang. Sementara kelompok Apen cs sudah ditangkap tim Subdit Jatanras Polda Metro Jaya,” bebernya.

Setelah truk tersebut masuk ke Tol Cikarang, Madun akan menghubungi Apen Cs. Kelompok Apen selanjutnya mengejar truk tersebut. Sesampainya truk tersebut di gerbang Tol Cikampek, para pelaku memepet truk tersebut. Lalu Apen yang berpura-pura sebagai anggota polisi menodongkan senjata api ke arah sopir.”Korban selanjutnya diikat, lalu dilakban mata dan mulutnya lalu dipindahkan ke mobil Avanza yang ditumpangi kelompok Apen cs,” lanjutnya.

Selanjutnya, Apen Cs membawa truk tersebut ke arah Bogor. Di sana, kelompok Madun sudah menunggu. Sementara hasil rampokan mereka dijual ke penadah seharga Rp 30 juta.

Lanjut Handik, saat truk melaju di Tol Bogor, truk dikawal oleh anggota Resmob Polres Bogor Kota, Brigadir A yang sudah diamankan lebih dahulu. Namun, kata Handik, Brigadir A tidak tahu bahwa truk tersebut hasil curian.

“Terkait keterlibatan anggota tersebut dalam penanganan Polres Bogor Kota. Dia sebatas mengawal truk dari pintu tol bogor dan dia tidak tahu itu hasil curian,” pungkasnya.

Dari para tersangka, polisi menyita barang bukti berupa 4 unit telepon genggam yang digunakan untuk berkominasi saat melakukan perampokan, serta uang Rp 3 juta, sisa hasil perampokan. Keempat tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top