Kriminal

Demo Depan Mapolres Jaksel, KBM Unpam Desak Bebaskan Rekannya Yang Ditahan Tanpa Disertai Surat Penangkapan

kbm unpam jaksel

kbm unpam jakselJakarta, beritaasatu.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Pamulang (KBM Unpam) mendatangi Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kamis (19/6). Mereka mendesak segera dibebaskannya Soleman Keno selaku rekan seperjuangan, karena dinilai terbukti dalam hal penangkapan tidak menyertakan identitas petugas dan surat penangkapan.

“Kami meminta untuk membebaskan saudara kita, Soleman Keno, karena tidak dikeluarkannya surat penahanan setelah melebihi batas maksimum penangkapan yaitu 1×24 jam dan tidak memberitahukan kepada pihak keluarganya,” demikian diungkapkan Humas KBM Unpam Asep, di Jakarta, Kamis (19/6).

Seperti diketahui, telah terjadi kejadian penyerangan antara Mahasiswa Keluarga Besar Mahasiswa Univeristas Pamulang yang diserang oleh Mahasiswa HMI Cabang Ciputat, tanggal 20 – 21 Mei 2014.

Hal itu mengakibatkan beberapa korban luka – luka dan rusaknya 34 motor serta 1 kostan merupakan antitesis dari jargon persatuan mahasiswa. Provokasi dan fitnah yang dikeluarkan dari pihak HMI Cabang Ciputat terhadap KBM Unpam mengenai kejadian tersebut sudah meresahkan bukan hanya di mahasiswa tetapi sudah kepada warga sekitar.

Lebih lanjut, Asep mengemukakan, bahwa sebagai korban pengeroyokan, pihaknya sudah membuat laporan kepada Polres Jakarta Selatan untuk segera menindak lanjuti para pelaku tindak pidana agar menimbulkan kepastian hukum bagi pihak yang berperkara.

“Kita mengetahui hak dan kedudukan di mata hukum yang sudah mengikuti prosedur yang diminta dari penyidik seperti pengambilan Visum et Repertum, pembuatan laporan, menghadirkan saksi – saksi dan menyerahkan barang bukti hasil tindak pidana. Akan tetapi sampai saat ini kita masih melihat para pelaku tindak pidana yang dilaporkan berkeliaran disekitar Universitas Pamulang, padahal laporan yang kita buat sudah berjalan berhari – hari tanpa adanya tindak lanjut mengenai penangkapan terhadap si pelaku, apakah ini menjadi keberpihakan terhadap salah satu pihak,” terang Asep.

Dijelaskannya bahwa apa yang dilakukan hari ini adalah merupakan hak dan kewajiban serta tanggung jawab setiap warga negara untuk berfikir bebas, menyatakan pendapat tanpa rasa takut memperjuangkan keadilan, kebenaran dan kemanusiaan di muka bumi ini. Tidak ada pantangan dan tekanan serta hambatan bagi setiap orang berfikir positif untuk bangsa dan negaranya.

“Pengawalan yang kita lakukan hari ini bukan sebagai mengawal saudara kita, Soleman Keno, karena tersangkut perkara korupsi yang merusak sendi ekonomi negara dan juga bukan tersangkut perkara tindak pidana terorisme yang mengancam keselamatan nasional dan Internasional, dan juga bukan dalam tindak pidana narkotika yang merusak generasi muda. Soleman Keno kita kawal karena dia saat itu sedang menyelamatkan kawannya yang dikeroyok tetapi saat ini malah ditangkap dengan bukti yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Dan terjadi kecacatan hukum dalam hal penangkapan dan penahanan,” papar dia.

Maka itu, pihaknya mendesak agar pihak Polres Jakarta Selatan berlaku adil dalam perkara kasus ini dengan tidak berpihak kepada salah satu pihak yang berperkara serta menangkap para pelaku tindak pidana yang dilaporkannya.

“Pihak Polres Jakarta Selatan dengan serius dan tidak bertele – tele dalam hal menindak lanjuti laporan pengeroyokan dan pengerusakan yang sudah kita laporkan,” tukasnya. (Ali).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top