Nasional

Polda Papua Pelajari Putusan MA yang Lepaskan Anggota OPM di Kasus Makar

217993_demo-mahasiswa-papua-menuntut-kemerdekaan-papua-barat-di-solo_663_382Jakarta – Mahkamah Agung (MA) melepaskan terdakwa makar Teddy John Nuntia (38) yang tergabung dalam Organisasi Papua Merdeka (OPM). Teddy dan gerombolannya ingin mendirikan Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB). Lalu, bagaimana sikap aparat keamanan setempat yang sudah bersusah payah melakukan operasi penyisiran gerakan separatis tersebut?

“Kita akan pelajari dulu putusannya dan koordinasi dengan Kejati Papua. Saya sendiri belum melihat secara komprehensif putusan itu,” kata Kapolda Papua Irjen Tito Karnavian kepada detikcom, Senin (2/6/2014).

Polda Papua adalah salah satu institusi yang terlibat dalam operasi penangkapan Teddy John Nuntia, di Kampung Wabuanyar, Distrik Angkaisera, Papua Barat pada 29 Mei 2012 lalu. Saat itu tongkat komando dipegang oleh Irjen Bigman Lumban Tobing. Bersama TNI, dalam operasi gabungan itu didapati puluhan orang tengah mengikuti pelatihan militer dengan bendera Bintang Kejora berkibar di tengah lapangan.

Saat aparat melepaskan tembakan peringatan dan meminta menyerahkan diri, para anggota OPM tersebut malah kocar kacir masuk ke hutan. Adapun Teddy berhasil diamankan petugas saat itu.

Bila diamati sekilas, kata Tito, MA tidak menghilangkan pasal makar yang ditimpakan penuntut kepada terdakwa. Namun lebih kepada pembuktian penyidik dan penuntut umum yang mengaitkan terdakwa dalam pelatihan militer tersebut.

“Saya melihat alat bukti yang mendukung ke arah konstruksi hukum seperti itu barang buktinya kurang kuat,” kata Tito.

Tito tidak khawatir bila dikemudian hari putusan tersebut menjadi yurispundensi kasus serupa yang tengah menjalani upaya hukum. “Pendapat saya tidak pelu dikhawatirkan bahwa ini bisa menjadi yurispundensi. Ke depan, penyidik maupun jaksa harus mampu memperkuat alat bukti,” kata mantan Deputi Penindakan BNPT ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top