Politik

Ruhut Diusulkan Jadi Jaksa Agung untuk Perkuat Kabinet Jokowi-JK

ruhut dukung Jokowi

ruhut dukung JokowiJakarta, beritaasatu.com – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tergabung dalam Gerakan Manusia Pancasila (GEMPA) mengusulkan Anggota Komisi III DPR-RI, Ruhut Sitompul menjadi Jaksa Agung di kabinet pemerintahan baru Presiden dan Wapres terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

“Jokowi cerdas jika jadikan Ruhut Sitompul sebagai Jaksa Agung RI,” demikian disampaikan Ketua Umum GEMPA Willy Prakarsa, disela-sela acara diskusi di Taman Ismail Marzuki, Minggu (14/9).

Dikatakannya, kini terlihat jelas sejak sebelum Pilpres 9 Juli 2014 lalu bahwa tim pemenangan Jokowi-JK mengajak rakyat bergabung tanpa adanya transaksional. Namun, kata Willy, aroma tersebut menjadikan Jokowi galau. Sebab para partai pendukung Jokowi masing-masing mengajukan Ketum dan kader terbaiknya untuk dijadikan Menterinya Jokowi.

“Meski sebelumnya membentuk tim seleksi Menteri seolah hal tersebut terkesan demokrasi,” ujar Willy.

Lebih lanjut, Willy menuturkan bahwa tidak dipungkiri kekuatan suara partai pendukung Jokowi diparlemen hanya meraih 207 kursi (PDIP, Hanura, Nasdem dan PKB) kalah dengan Koalisi Merah Putih yang semakin solid diparlemen meraih suara 353 kursi (Gerindra, Golkar, PAN, PPP dan PKS). Sementara Demokrat masih abstain sebagai penyeimbang diparlemen.

“Harusnya jika Jokowi inginkan pemerintahannya kuat, solusi cerdas dapat terlihat jika Ruhut dijadikan Jaksa Agung RI dipemerintahannya,” tegas Willy.

Maka dengan demikian, lanjut Willy, suka atau tidak suka Demokrat bisa jadi mendukung dan bergabung dengan kubu Jokowi-JK. Mengingat Ruhut dinilai sosok yang pro terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Ruhut orangnya SBY banget dimata publik. Jika hal ini terjadi, maka akan terlihat seru dan ramai diparlemen dan dapat jadikan demokrasi semakin tertata baik,” terang Willy.

Ia pun memprediksi 1 tahun kedepan pemerintahan Jokowi-JK, jika tanpa mengikutsertakan orang kesayangan SBY bakal terjungkal ditengah jalan. Biarpun Jokowi memainkan jurus presidensial dengan dekritnya bubarkan Parlemen.

“Hal seperti itu cuma distigmatisasi yang berakhir revolusi, dimana para konsituente didaerah tidak akan tinggal diam jika wakil rakyatnya diparlemen dibubarkan,” pungkas Willy. (Ali)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top