Kriminal

Ahmad Basarah: Tak Ada Satu Alasan Pun Benarkan Aksi Terorisme

ahmad-basarah

“Terorisme merupakan tindakan yang tidak berperikemanusiaan yang tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun,”

JAKARTA – Wakil ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Basarah menilai bahwa aksi terorisme di Mako Brimob dan bom bunuh diri yang terjadi di tiga Gereja di Surabaya merupakan tindakan yang sama sekali tidak menunjukkan rasa kemanusiaan. Bahkan ia mengkategorikan sebagai extra odrinary crime.

“Terorisme merupakan tindakan yang tidak berperikemanusiaan yang tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun. Dan peristiwa bom Surabaya menunjukkan bahwa terorisme adalah kejahatan kemanusiaan luar biasa bagi bangsa Indonesia dan juga warga dunia yang harus kita kecam dan segera kita atasi bersama,” kata Ahmad Basarah dalam keterangan persnya yang diterima Redaksikota.com hari ini, Senin (14/5/2018).

Ia meminta kepada seluruh aparat pemerintahan untuk mengambil langkah konkret agara terorisme tidak lagi terjadi di kemudian hari.

“Seluruh pemangku kepentingan di negara ini sudah seharusnya bergotong-royong untuk mengambil langkah-langkah taktis dan strategis dalam menghentikan aksi terorisme sampai ke akar-akarnya,” tuturnya.

Selain itu, ia juga meminta kepada DPR RI untuk segera menyelesaikan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Terorisme agar dapat dijalankan sedini mungkin demi menjaga NKRI dari berbagai paham dan tindakan kelompok radikal dan intoleran semacam itu.

“Segera menyelesaikan revisi UU Terorisme agar penanggulangan berbagai aksi terorisme dapat lebih efektif lagi. Jika diperlukan Presiden dapat menempuh langkah hukum untuk mengeluarkan Perpu tentang Terorisme,” tegasnya.

Di samping itu, Ahmad Basarah yang juga Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PDI Perjuangan tersebut juga menyampaikan rasa duka yang sangat mendalam kepada seluruh korban aksi teroris termasuk yang terjadi di Mako Brimob Kelapa Dua Depok dan Surabaya.

“Terkait dengan gugurnya lima orang anggota kepolisian dalam peristiwa di Mako Brimob dan sepuluh orang korban meninggal dunia akibat bom bunuh diri di Surabaya, saya menyampaikan turut berdukacita yang mendalam. Semoga arwah almarhum dan almarhumah diterima disisi Tuhan YME dan keluarga yang ditinggalkan dapat tabah dan tegar menerimanya,” ujar Basarah.

“Terhadap korban luka-luka dalam insiden penyerangan di Mako Brimob maupun Bom Bunuh diri di Surabaya agar diberikan kesembuhan dan kesehatan seperti sedia kala,” tambahnya.

Ahmad Basarah menyampaikan bahwa pemulihan terhadap para korban luka akibat serangan teroris harus diberikan jaminan yang baik untuk mendapatkan kesembuhan mereka kembali, termasuk layanan rumah sakit yang baik.

“Pemerintah melalui kementerian terkait perlu memastikan adanya pemulihan memadai bagi korban-korban aksi terorisme sehingga mereka yang menjadi korban atau keluarga korban dapat memperoleh keadilan dan layanan rumah sakit dan pemulihan kesehatan dari pemerintah dengan sebaik- baiknya,” tutur Basarah.

Lebih lanjut, Basarah pun meminta agar masyarakat tidak panik dan terprovokasi dengan insiden terorisme yang melanda Indonesia itu.

“Masyarakat diminta untuk tidak terpecah belah oleh upaya-upaya provokasi pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab sehingga menimbulkan akibat-akibat yang memperburuk situasi,” ujarnya.

“Kita percayakan dan dukung pemerintah untuk mengatasi tindakan intoleransi, radikalisme, dan terorisme menurut prinsip-prinsip negara hukum,” imbuh Basarah.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top