Politik

Rizal Kobar Bersaing dengan Pentolan FBR

Kh Lutfi Hakim

JAKARTA – Memiliki jumlah massa yang besar belum tentu diperhitungkan masyarakat dalam meraih suara untuk masuk sebagai anggota DPD.

Hal tersebut disampaikan Rizal Kobar saat makan siang di Restoran Sunda, Bekasi. Disampaikan bahwa syarat menjadi seorang pemimpin itu bukan karena memiliki jumlah massa / pegikut yang banyak, tapi harus ada pengalaman dan langkah kerja nyata.

“Sebelum maju sebagai DPD, saya sudah blusukan ke masyarakat-masyarakat, khususnya mereka di daerah Jakarta Utara. Saya adalah penggiat anti narkoba sehingga sampai kapanpun saya tidak akan memberikan ruang pada mereka. Narkoba akan saya sapu habis”, demikian disampaikan oleh Rizal.

Selain langkah kerja nyata, DPD harus memiliki visi dan misi yang jelas agar masyarakat tidak bingung, harus cerdas dan berintegritas tinggi.

“Jangan asal punya massa banyak, terus maju DPD, ntar kalah lagi”, celetuk pria yang pernah ditahan selama beberapa bulan karena kasus pelanggaran UU ITE ini.

Dirinya enggan menyebutkan nama siapa sosok yang dimasudkan ini, namun dalam beberapa statementnya, jelas mengarah kepada pimpinan ormas terbesar di Jakarta, yaitu Forum Betawi Rempug (FBR) yang juga akan maju sebagai DPD RI. Beberapa kali Rizal menyebutkan bahwa masyarakat harus cerdas, kritis tidak harus mengikuti apa kata pimpinannya. Pilihlah sesuai hati nurani, kalau ada yang lebih memiliki visi dan misi untuk masyarakat DKI harusnya itulah yang dipilih, bukan hanya visi dan misi untuk golongannya saja.

“Saya adalah Ketua Komando Barisan Rakyat Berjuang (Kobar), Penasihat Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Indonesia (KAHMI Jaya), alumni HMI Jayabaya aktif juga sebagai asosiasi narapidana, jelas saya akan gunakan pengalaman saya untuk wujudkan masyarakat DKI Jakarta yang berintegritas tinggi” ujar Rizal denga penuh optimisme.

Saat disinggung siapa rival terberatnya, Rizal hanya tersenyum sumringah, menurutnya masyarakat sudah bisa memilih secara cerdas siapa yang akan mereka usung nantinya. Disinggung terkait Fahira Idris, Rizal menanggapinya dengan santai memang Fahira Idris sudah ada di dewan namun tahun ini belum tahu karena situasi politik berubah. Rumah Aspirasi Fahira Idris (RAFI) dinilainya belum terlalu signifikan mengangkat kesejahteraan masyarakat DKI Jakarta.

Bagi Rizal, peta kekuatan massa pemilih ada di Jakarta Utara, sudah ada sekitar 1.200 pemilih yang akan memilihnya, diamana per kelurahan ada sekitar 38 ribu. Meskipun ada ormas terbesar Jakarta, namun Rizal berharap ajang DPD ini dapat menjadi ajang yang sehat, tidak boleh ada sindiran, jangan saling menjatuhkan. Rizal tidak mengharapkan adanya pengerahan massa dalam jumlah besar, karena masyarakat dinilai semua sudah dewasa dan tahu mana yang baik dan mana yang tidak.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top