Nasional

GRIB: Demokrasi Harus Diimbangi Informasi Kondusif, Bukan Hoax

JAKARTA – Wakil Ketua Umum DPP Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB), Ghazaly Ama La Nora menilai bahwa saat ini perkembangan demokrasi sudah berada di puncak peradabannya, dimana banyak masyarakat yang sudah bisa terbuka untuk berekspresi tanpa batas.

Perkembangan yang sangat positif ini ditekankan Ghazaly agar disikapi dengan dewasa oleh masyarakat secara luas. Salah satunya adalah dengan tidak menyebarkan konten hoax atau bohong. Karena baginya, dalam meningkatkan kualitas demokrasi, perlu adanya informasi yang faktual.

Ghazaly.

“Demokrasi itu harus didukung dengan berita-berita yang kondusif, bukan malah dengan berita-berita yang sesat alias berita-berita hoax,” kata Ghazaly dalam diskusi publik bertemakan “Mengawal Demokrasi Damai dan Anti Hoax” di Resto Dapur Kuring, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (29/4/2018).

Ia memandang hoax adalah informasi yang sangat berbahaya karena tidak berdasatkan data dan fakta. Bahkan ia menilai dampak buruk yang ditimbulkan karena berita hoax adalah rusaknya tatanan sosial dan bisa berujung pada pertikaian fisik

Maka dari itu, ia mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar tidak memproduksi dan menyebarkan berita hoax, termasuk juga menyinggung masalah SARA agar tidak terjadi pertikaian yang persoalan sosial semakin besar.

“Silahkan bicara apapun selama jangan singgung SARA dan menghina. Boleh kritisi kebijakan selama ada data dan fakta,” tuturnya.

Apalagi saat ini sudah masuk tahun politik yang sangat rentan terjadi konflik karena perbedaan pandangan. Termasuk juga rentannya muncul berita hoax yang digunakan hanya untuk menjatuhkan lawan politik semata.

Ghazaly pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menjaga kondusifitas demi terselenggaranya proses demokrasi di Indonesia.

“Mari kita sama-sama menjaga dan mengawal demokrasi damai ini terutama dengan mengantisipasi hadirnya berita-berita hoax dalam rangka menjaga kesatuan dan persatuan demi tumbuhnya NKRI,” ujarnya.

“Kita tidak usah ikut bikin berita-berita hoax. Mari kita jadi juru penerangan dan Dai bagi diri kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita,” tambah Ghazaly.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top