Nasional

Pengalaman Agama Kurang & Dangkal, Faktor Orang Jadi Teroris

IMG-20180423-WA0029

Bima – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bima sepakat mendeklarasikan diri untuk melawan paham terorisme dan radikalisme diwilayahnya.

Hal itu menyusul terkait pemberitaan bahwa ada belasan orang di Bima, NTB sudah terdoktrin masuk jaringan teroris.

Ketua MUI NTB, Prof. H. Saiful Muslim, mencurigai pondok pesantren Umar bin Khottob di Bima yang didalam lingkungannya menolak menaikkan Bendera Merah Putih diduga sebagai sarang tumbuh suburnya benih radikalisme dan terorisme.

“Bendera Merah Putih adalah alat untuk menyatukan kita dan bagian dari sejarah Indonesia,” ungkap Saiful saat menjawab pertanyaan peserta acara seminar nasional bertema “Islam Bukan Teroris: Peran Pemuda Dalam Mewaspadai Ideologi Radikalisme yang Menggatasnamakan Agama”, yang diselenggarakan oleh Forum Masyarakat Nusantara (FOMNUS) Mataram di Wisma PGRI Gomong, Kota Mataram, NTB, pada Senin, 23 April 2018.

Menurut Saiful Muslim, banyak penyebab orang menjadi teroris, seperti pengalaman agama yang kurang sehingga bisa dicuci otaknya, mudah terprovokasi, serta adanya latarbelakang faktor ekonomi dan pengetahuan agama yang dangkal.

Oleh karena itu, Saiful Muslim menyarankan kepada pemerintah, organisasi dan LSM agar mengambil peran dengan mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan radikalisme.

“Kita tidak bisa bertumpu pada pemerintah, namun harus melangkah bersama-sama,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top