Politik

Organisasinya Dicatut Buat Cari Duit Haram, BEM RI Marah Besar

IMG20180402133534-800x600

BeritaAsatu.com – Sejumlah pendiri Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Indonesia (BEM RI) menggelar konferensi pers untuk mengklarifikasi gerakan sejumlah mahasiswa yang mencatut nama mereka.

Dalam keterangannya, mereka menyatakan BEM RI koordinator daerah Jabodetabek yang dipimpin oleh El Hakim bukanlah bagian dari mereka.

“Gerakan atas nama BEM-RI tanggal 3 nanti adalah segelintir kelompok tak bertanggungjawab, dan kami pendiri BEM RI tak mau ditunggangi parpol,” kata Koordinator Nasional (Kornas) BEM RI, Sowakil Asto di Mie Aceh, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (2/4/2018).

Ia menduga kuat jika gerakan BEM RI yang dipimpinan El Hakim adalah untuk mencari keuntungan pribadi saja dan bukan representasi dari sikap organisasi.

“Gerakan teman-teman copot kepala BIN dan lengserkan Presiden Jokowi itu sudah ada tendensi politik. Kami tegas bahwa yang akan dibuat gerakan nanti oleh BEM RI tersebut agar selruh publik tahu bahwa itu tidak sejakan dengan koordinasi seluruh koordinator,” tegas eks Presiden Mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Jakarta.

Kemudian salah satu pengurus kornas BEM RI yang juga mantan Presma UIC, Zulkifli mengatakan bahwa ia tidak melarang elemen yang dipimpin oleh El Hakim tersebut untuk menjalankan aktivitasnya yang sudah digelorakan tersebut. Hanya saja ia melarang keras untuk menggunakan label BEM RI dalam menggelar aksinya itu.

Pun jika memang aksi yang akan digelar besok tetap menggunakan nama besar BEM RI, ia menegaskan seluruh pendiri BEM RI secara nasional tidak segan-segan akan menyeret mereka ke jalur hukum karena telah mencatut nama lembaga mereka untuk kepentingan pribadi.

“Silahkan teman-teman yang mau turun besok, tapi jangan bawa nama BEM RI. Dan ada stample BEM RI memang betul tapi itu bukan dari kami. Dengan adanya tanda tangan dan stample itu ilegal, kami akan sentuh jalur hukum karena itu jelas pencatutan nama organisasi,” tuturnya.

Selain itu, Zulkifli juga meminta kepada Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Komjen Pol Budi Gunawan dan Presiden Joko Widodo untuk tidak perlu menanggapi apa yang diteriakkan oleh El Hakim geng-gengnya itu, apalagi jika masih tetap menggunakan nama BEM RI.

“Kami minta Pak Budi Gunawan tidak usah resah dengan gerakan teman-teman yang melabeli sebagai BEM RI. Untuk Pak Jokowi, kami tidak ada urusan yang namanya politik. Dan rencana kawan-kawan gelar aksi besok itu adalah statemen sikap yang apatis dan tidak profesional yang bertentangan dengan UUD dan demokrasi,” ujar Zulkifli.

Dalam kesempatan yang sama, eks salah satu pengurus BEM Mpu Tantular Donny pun mengatakan bahwa seluruh pendiri BEM RI di seluruh Indonesia kecewa berat dengan adanya gerakan sekelompok Mahasiswa yang mengatasnamakan BEM RI itu.

“Kami-kami inilah teman-teman pendiri, ada juga di Riau, Sumatera, Cirebon, Kalimatan dan sebagainya, banyak yang teman-teman menyatukan kekuatan. Dan mereka marah ketika BEM RI digunakan oleh sekelompok orang yang ingin mengambil kepentingan pribadi,” ujar Donny.

Bahkan salah satu pendiri BEM RI ini pun menegaskan jika mereka-mereka yang mencatut nama BEM RI untuk mencopot Kepala BIN dan melengserkan Presiden Joko Widodo sama sekali bukan pengurus BEM RI. Apalagi ia mengatakan pihaknya sama sekali belum pernah membentuk kepengurusan BEM RI korda Jabodetabek.

“Teman-teman yang ada di rilis ini sama sekali tidak pernah terlibat sebagai pengurus BEM RI. El Hakim dan kawan-kawan itu sekali tidak terlibat,” tegasnya.

Perlu diketahui, sejumlah Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Indonesia (BEM RI) Korda Jabodetabek yang digerakkan oleh El Hakim sebagai Jenderal Lapangan berencana menggelar aksi unjuk rasa di Istana Merdeka. Dalam aksinya itu, mereka menyatakan akan menggagalkan Joko Widodo maju sebagai Presiden RI 2019 mendatang.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top