Politik

Sering Salah Gunakan Momentum Ibadah, Formasi Harap GISS Taubat

JAKARTA – Ketua Forum Rembuk Masjid Indonesia (Formasi) KH Sholeh Marzuki menyerukan kepada seluruh umat Islam khususnya takmir masjid agar menjaga suasana tempat ibadah tidak dijajah oleh kelompok-kelompok tertentu yang memiliki agenda politik praktis, apalagi sampai ingin memecah belah umat.

“Kita ini semua para takmir masjid se Indonesia sepakat untuk menjaga masjid-masjid agar tidak dikuasai oleh kelompok-kelompok radikal,” kata pria yang karib disapa Gus Sholeh itu dalam kegiatan Silaturrahmi Akbar Takmir Masjid se Jabodetabek dengan tema “Cegah Politisasi Masjid” di Aula Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (15/3/2018).

Baginya, politisasi masjid atau penggunaan masjid sebagai tempat untuk memecah-belah umat demi mengamankan suara politik praktis semata sangat tidak dibenarkan. Secara kaffahnya, masjid adalah tempat untuk kegiatan keagamaan dan keumatan yang berorientasi persatuan dan kesatuan umat.

“Janganlah masjid dijadikan tempat untuk mengamankan suara yang ujung-ujungnya menjelekkan kelompok sana kelompok sini,” tegasnya.

Sementara terkait dengan gerakan keagamaan seperti Sholat Subuh dan Sholat-sholat lainnya yang dikemas untuk membungkus agenda politik praktis juga tak luput menjadi perhatiannya. Gus Sholeh menekankan bahwa gerakan Sholat Subuh adalah gerakan yang sangat positif, namun jika disusupi dengan agenda politik yang menjelekkan kelompok atau personal tertentu, hal ini yang menjadi persoalannya.

“Gerakan sholat subuh atau tarawih kan esensinya positif, tapi kalau ada ceramah-ceramah yang ada indikasi negatif dan memecah belah umat, itu yang salah. Saya harap teman-teman GISS (Gerakan Indonesia Sholat Subuh) ini cepat bertaubat dan dapat hidayah,” ujarnya. (red)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

To Top