Kriminal

Praktik Pengobatan Tradisional Shinse Ling Bandung Tak Berizin, Dinkes & BPOM Lakukan Pembiaran ??

IMG-20180103-WA0029

Bandung – Maraknya praktik pengobatan tradisional atau alternatif yang tidak mengantongi izin dari Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat masih menjadi pusat perhatian publik.

Salah satu temuan itu adalah di perumahan Kiara Sari Asri, Buah Batu kota Bandung terdapat pengobatan tradisional Terapi Shinse Ling yang keberadaannya sudah berjalan sekitar 2 tahun.

Pasalnya, tempat pengobatan alternatif tersebut tidak mengantongi izin dari Dinkes, padahal harus ada izin karena diatur dalam peraturan daerah (Perda).

“Iya pengobatan Shinse Ling belum pernah mengajukan permohonan izin,” ungkap salah satu pegawai Kelurahan Margasari, Adah Saadah, hari ini.Shinse Ling Bandung Tak Kantongi Izin Dinkes

Menurut dia, harusnya usaha atau bisnis pengobatan tradisional itu wajib melampirkan surat pernyataan persetujuan dari tetangga maupun surat persetujuan pemakaian tanah/bangunan sebelum mengajukan ke Dinkes kota Bandung.

“Ini belum ada melampirkan surar pernyataan persetujuan,” kata Adah.

Sementara itu, ditempat terpisah Kasi Primer Yankes Dinas Kesehatan Kota Bandung, Yan Yan mengakui bahwa praktik pengobatan Sinshe Ling ternyata belum terdaftar di Dinkes.

“Hal ini tidak dibenarkan karena tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 103 tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional,” tuturnya.

Kasi Penyidikan dan Penindakan BPOM Kota Bandung Yayan menegaskan bahwa aktifitas pengobatan terapi tradisional Shinse Ling yang menggunakan ramuan tradisonal untuk pasien yang berobat diberikan obat dalam bentuk kapsul dan pembuatan obat kimia tersebut tidak memiliki izin dari BPOM Kota Bandung.

“Sehingga kegiatan melanggar UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan bahwa pengobatan tradisional tidak diperbolehkan membuat obat kimia dan hanya diperbolehkan membuat obat tersebut bahan ramuan alami,” jelasnya.

Warga setempat yang enggan disebutkan namanya juga nerasa prihatin dengan maraknya pengobatan tradisional tak berizin tersebut. Dia mensinyalir pihak Dinkes kota Bandung dan BPOM ada upaya pembiaran, yang seharusnya ada tindakan tegas.

“Ini semacam pembiaran dari Dinkes dan BPOM,” ucapnya.

Harusnya, kata dia, perlu sanksi pada mereka yang tidak mengantongi izin praktik pengobatan tradisional sesuai dengan Perda yang ada.

“Perlu ada sanksi yang diterapkan sesuai dengan perda tersebut dan melakukan pembinaan agar mereka tidak melakukan pengobatan yang membahayakan bagi pasien, tidak bertentangan dengan norma-norma kesusilaan,” ujarnya.

Dia pun menyarankan agar Pihak Dinkes mendatangi tempat praktik pengobatan tradisional tersebut untuk memberikan pemahaman dan pembinaan agar mereka terdaftar di Dinkes.

“Kalau praktik tradisional itu sudah terdaftar, maka legalitasnya semakin kuat dan dapat juga meningkatkan kredibilitas usahannya,” ujarnya.

Karyawan Shinse Ling Nia menambahkan Shinse Ling merupakan cabang yang ada di Bandung, yang pusatnya berada di Buaran Jakarta.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top