Nasional

Soal UU Ormas, Pemerintah Diminta Tetap Jamin Hak Rakyat Berserikat

IMG-20171127-WA0114_crop_605x413

JAKARTA – Pengamat hukum, Fahmi Asyari memberikan kritikan kepada pemerintah untuk tidak sewenang-wenang dalam membatasi kebebasan berserikat, berkumpul dan berpendapat bagi masyarakat.

“Pemerintah harus benar memahami dalam mengeluarkan UU tentang Ormas tidak hanya untuk melindungi hegemoni dari penguasa yang sedang berlangsung. Harus dipahami juga oleh pemerintah bahwa kebebasan warga negara Indonesia bebas mendirikan organisasi,” kata Fahmi dalam sebuah Seminar Kebangsaan dengan tema “UU Ormas Dalam Prespektif Konstitusi, Demokrasi Pemuda Zaman Now” di Balirung PP PAUD dan DIKMAS Jawa Tengah, Senin (27/11/2017).

Dalam kegiatan yang digagas oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Agama Islam Universitas Darul Ulum Islamic Center (Undaris) Ungaran, Semarang, Jawa Tengah tersebut, Fahmi juga melihat memang ada poin yang membuat negara berhasil dalam menetapkan kebijakan tersebut.

Hanya saja ia memberikan catatan bahwa justru di balik keberhasilan tersebut, ada gejolak yang cukup luar biasa di kalangan masyarakat itu sendiri.

“UU Ormas dianggap sebagai kontra produktif yang merupakan keberhasilan pemerintah. Tapi di sisi lain, (justru menimbulkan gejolak di tengah-tengah masyarakat itu sendiri,” ujar Fahmi.

“Negara Indonesia adalah negara hukum bukan negara yang berdasarkan kekuasaan,” imbuhnya.

Untuk itu, ia berharap besar agar pemerintah memikirkan persoalan fundamentalnya, yakni apapun regulasi yang dicetuskan harus berdasarkan pada Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

“Jadi semua proses dan kajian pembuatan UU harus sesui dengan UUD 1945 dan Pancasila sebagai dasar hukum Indonesia,” tegasnya.

“Yang harus dipahami adalah apa yang mendasari disahkanya Perppu tentang ormas, apakah benar-benar untuk mengatur kebebasan masyarakat yang lindungi oleh pemerintah atau sebaliknya,” tutup Fahmi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top