Nasional

Hari Guru Nasional 2017, BIMA: Pemerintah Harus Perhatikan Guru Honorer

guru honorer

Jakarta – Setiap tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Selain itu, hari ini juga merupakan Hari Ulang Tahun ke 72 Persatuan Guru Republik Indonesia (HUT ke 72 PGRI). Dasar penetapan hari guru nasional adalah hari lahir nya organisasi pgri 25 November 1945, tepat 100 hari setelah Indonesia di proklamirkan.

Keluarga Besar Barisan Insan Muda (BIMA) pun mengucapkan selamat hari Guru Nasional 2017. Wasekjen BIMA bidang komunikasi antar lembaga Ibas mengingatkan pemerintah agar menjadikan momen untuk mengevaluasi kebijakan-kebijakan pemerintah bagi guru di Indonesia. Khususnya, dibidang kesejahteraan pada Guru Honorer.

“Keluarga besar BIMA mengucapkan selamat Hari Guru Nasional, tahun 2017,” ungkap Ibas, hari ini.

“Pemerintah harus mengevaluasi kembali kebijakan terutama kesejahtaraan pada para guru Honorer,” kata Ibas.

Lebih lanjut, Ibas mengaku miris mengetahui pendapatan upah guru honorer yang memiliki beban tugas yang sama dengan guru PNS. Oleh karenanya, Ibas meminta pemerintahan Jokowi untuk bersungguh-sungguh dalam memperhatikan nasib mereka.

“Bayangkan dengan beban tugas yang sama bahkan ada yang cukup berat tapi upahnya tidak berimbang. Pemerintahan Jokowi harus benar-benar meningkatkan peningkatan kesejahteraan para guru honorer,” tuturnya.

“Jangan ada ketimpangan dalam kesejahteraan, ini da njomplang upahnya. Miris diera saat ini, pemerintah harus menelurkan regulasi baru untuk memperhatikan nasib para guru honorer yang masih mengabdi di sekolah-sekolah,” jelasnya.

Lebih jauh, Ibas menegaskan kembali agar pemerintah mengutamakan honorer yang memenuhi kualifikasi dan kompetensi.

“Perlu dibuka kembali keran regulasi untuk merekrut guru honorer menjadi PNS, tapi jangan ada KKN. Pilih yang punya kompetensi bagus dan profesional. Janganlah ambil data siluman,” sebutnya.

Ibas menilai guru honorer adalah ujung tombak pendidikan. Jadi, Ibas berharap kepada pemerintahan Jokowi untuk memberikan perhatian khusus kepada guru honorer yang sudah menutupi krisis guru PNS. Jangan malah dibiarkan atau dibuang karena berharap diganti guru baru.

“Itu sangat menyakitkan guru honorer. Jangan melupakan jasa mereka. Kalau bukan mereka, proses belajar mengajar akan terganggu apalagi saat krisis guru seperti ini,” ucapnya.

“Bila guru sejahtera, kuat, dan hebat, maka Indonesia akan selamat dunia akhirat,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top