Politik

SOKSI Minta Semua Pihak Adil & Jangan Langsung Berpikir Negatif ke Setnov

soksi-tolak-rapat-golkar-rekomendasikan-plt-pengganti-setnov1

Jakarta – Ketua Umum SOKSI, Ali Wongso Sinaga berharap semua pihak supaya proporsonal atau bersikap adil dan etis terhadap Setya Novanto dalam kaitan kasus e-KTP.

“Tidak seperti sekarang ini banyak pihak yang sudah memvonisnya seolah-olah beliau sudah pasti bersalah dengan mengabaikan asas hukum praduga tak bersalah. Bahkan tak sedikit yang langsung menghukumnya serta menganiayanya hingga ‘character assacination’,” ungkap Ali Wongso, hari ini.

Menurut dia, sikap seperti itu muncul boleh jadi karena cara berpikir negatif dan itu bukan saja perilaku sosial yang ‘anomali’ tetapi juga kontradiksi terhadap upaya penegakan supremasi hukum. Bagi bangsa yang ingin maju, seharusnya dan waktunya cara seperti itu ditinggalkan dan menjadi berpikir positif dengan rasional kritis serta komprehensif, bersikap adil dan etis serta menghargai hak-hak hukum setiap warga negara selain menuntut kewajiban-kewajibannya dalam kerangka tegaknya supremasi hukum bagi setiap warga negara termasuk bagi seorang Novanto.

Oleh karenanya, lanjut dia, SOKSI mengajak semua pihak menghormati proses hukum sekaligus menaruh kepercayaan dan harapan kepada semua lembaga dan aparat pelaksana penegakan hukum termasuk para advokad untuk dapat bersama-sama menegakkan kebenaran dan keadilan dalam supremasi hukum sehingga proses penegakan hukum kepada siapapun termasuk kepada Setya Novanto adalah benar-benar “murni hukum” tanpa ada faktor ‘politik’ dan ‘tebang pilih’.

“Terhadap kalangan Partai Golkar, khususnya kepada perorangan yang meminta Pak Novanto agar “mundur” dari jabatan Ketua Umum dan segera menggelar “Munaslub”, SOKSI mengajak untuk bersama menghargai asas hukum praduga tak bersalah dan tetap bersabar serta waspada sehingga kita tak terjebak membiarkan sahabat menjadi korban atau korbankan sahabat sambil menari di atas gendang ‘lawan politik’,” bebernya.

Kata dia, ibaratnya jika ada seseorang sahabat sedang sakit, selayaknyalah berdoa semoga dia cepat sembuh bahkan bika perlu berupaya membantu sewajarnya agar dia segera sembuh bukan ?

“Tidaklah patut jika kita mengharapkan sahabat yang sedang sakit itu agar meninggal apalagi langsung membicarakan dan mempersiapkan dimana dan kapan pemakamannya padahal sahabat kita masih hidup dan masih berpeluang untuk sembuh bukan ?,” sebutnya.

Masih kata Ali Wongso, SOKSI sebagai salahsatu ormas pendiri Golkar, menaruh harapan dan percaya kepada semua keluarga besar Golkar tetap menjaga etika politik dengan watak setia kawan sesuai ikrar Panca Bhakti serta komit menjaga kepentingan Golkar dan Bangsa Negara diatas segalanya.
Bahkan adalah momentumnya sekarang Partai Golkar menampakkan jatidiri sebagai partai politik karya kekaryaan yang memiliki solidaritas dengan watak setia kawan dan soliditas semua kader memberi dukungan moril kepada Ketua Umum-nya dalam upaya hukum mencari keadilan.

“Seperti yang pernah terjadi dimasa lampau ketika Ketua Umum Bang Akbar Tanjung pernah mengalami masalah hukum dan sejarah mencatat bukti solidaritas serta soliditas kader membuahkan kemenangan serta kebesaran bagi partai ketika itu,” papar Ali Wongso.

Konsisten dengan itu, kata dia, ketika sekarang Ketua Umum sedang berjuang mencari keadilan termasuk melalui praperadilan, SOKSI meminta wacana dan pernyataan yang mendorong munaslub Partai Golkar dapat dihentikan karena tidak etis. Janganlah sampai ada potensi yang terjebak berharap Pak Novanto kalah di praperadilan agar Munaslub dapat digelar, sebab itu analog dengan “menikam kawan dari belakang” dan bertentangan dengan watak setia kawan yang melekat pada jati diri kader Golkar.

“SOKSI percaya mayoritas keluarga besar Partai Golkar menilai Pak Novanto adalah kader baik dan faktanya sudah banyak mengabdi serta mencintai Partai Golkar sehingga beliau tak perlu didikte tentang apa yang mesti dilakukannya dan tidak dilakukannya demi kebesaran Partai Golkar,” jelasnya.

“SOKSI mengajak semua keluarga besar Partai Golkar memberikan dukungan moril kepada beliau, semoga cepat sembuh dan mendapat keadilan melalui proses praperadilan yang akan segera digelar oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan,” tandasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top