Politik

Kader Golkar Minta Setnov Mundur dan Serahkan diri ke KPK

setya novanto di RS Premier Jatinegara

JAKARTA – Politisi Senior Partai Golkar, Leo Nababan mendesak kepada Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto untuk segera menyerahkan diri kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Desakan tersebut dinilainya agar kegaduhan politik yang terjadi di masyarakat saat ini akibat polemik hukum Setya Novanto terkait dengan kasus e-KTP bisa tenang.

“Saya mendesak Setnov untuk menyerahkan diri. Kalau merasa tidak bersalah, kenapa harus takut,” kata Leo Nababan saat dihubungi wartawan, Jakarta, Kamis (16/11/2017).

Pasalnya, jika pihak yang berwenang sampai mengeluarkan Daftar Pencarian Orang (DPO), justru hal itu akan semakin membuat suasana semakin rumit dan pelik lagi.

Untuk itu demi menjaga agar pemerintahan Jokowi-JK saat ini lebih aman dan tidak terbebani dengan persoalan politik seperti ini, maka sebaiknya Ketua DPR RI tersebut bisa legowo menjalani proses hukum yang berlaku.

“Hentikanlah kegaduhan ini agar pemerintahan Jokowi-JK tidak terbebani,” tegas Leo.

Selain itu, sambung Leo, berdasarkan Fatsun Partai Golkar, Prestasi, Dedikasi dan loyalitas, serta Tidak tercela, (PDLT). sebaiknya Setnov segera mengundurkan diri.

“Demi bangsa dan negara, segera mundur dari DPR, agar institusi yang terhormat (yang mulia) tidak tercemar.Sebagai sahabat lama, saya menyarankan pak Setnov segera mengundurkan diri saja,” ucap Leo.

Selain itu, Leo meminta DPR RI segera menggelar sidang untuk memecat Setya Novanto. Karena, ini sangat membebani dan memalukan lembaga institusi DPR sendiri.

“Karena Lembaga DPR adalah lembaga atas nama rakyat yang harus kita jaga marwahnya,Apa kata dunia kalau lembaga atas nama rakyat terjerat kasus korupsi. Kan sudah dari bulan Juli saya katakan ini, Setnov harus mundur,” tutup leo.

Seperti diketahui, KPK gagal menjemput paksa Ketua DPR sekaligus tersangka korupsi e-KTP Setya Novanto (Setnov). Meski demikian, penyidik lembaga antirasuah sempat menggeledah rumah dan menyita rekaman CCTV dari kediaman Ketua Umum Golkar itu.

“Hanya mengambil CCTV, itu decoder kecil saja, tidak ada mengambil yang lain,” kata Fredrich Yunadi, kuasa hukum Setnov, ketika ditemui di rumah kliennya itu, Jalan Wijaya XIII NOmor 19, Jakarta Selatan, Kamis (16/11/2017) dini hari.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top