Hukum

Kamerad Desak Doli Kurnia Minta Maaf ke BG Jika Tak Bisa Tunjukkan Bukti Dugaan Keterlibatan Dibalik Keberanian Pengacara Setnov

Doli Kurnia 3

Jakarta – Koordinator Presidium Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad) Haris Pertama menilai pernyataan inisiator Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia di Jawa Pos pada tanggal 15 November 2017 terkait adanya dugaan keterlibatan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan dibalik keberanian kuasa hukum Setya Novanto adalah suatu penyesatan opini publik.

“Ini adalah penyesatan dan juga pencemaran nama baik Pak Budi Gunawan yang saat ini menjabat Kepala BIN,” tegas Haris, hari ini.

Lebih lanjut, Haris menyarankan agar ucapan Doli Kurnia itu mempunyai bukti-bukti yang mendukung dalam pernyataannya tersebut. Namun, kata dia, jika ternyata itu hanyalah sebuah fitnah belaka maka Doli Kurnia harus dapat mempertanggungjawabkan pernyataannya tersebut dimata hukum.

“Dan saya bersama kawan-kawan KAMERAD akan memberikan waktu kepada Doli Kurnia untuk mengklarifikasi dan memberikan pernyataan permintaan maaf kepada bapak Budi Gunawan secara terbuka diseluruh media Nasional dalam waktu 1 X 24 jam,” ucapnya.

“Jika dalam 1 X 24 jam tidak bisa menunjukkan bukti-bukti dan tidak meminta maaf maka saya dan kawan-kawan KAMERAD akan melaporkan hal tersebut kepada pihak penegak hukum,” tandasnya.

Berikut isi pernyataan Doli Kurnia yang dikutip dari https://www.ucnews.id/news/Doli-Duga-Ada-Keterlibatan-BG-di-Balik-Keberanian-Kuasa-Hukum-Novanto/801788509015183.html

Pernyataan kuasa hukum Ketua DPR Setya Novanto, Fredrich Yunadi selama ini dinilai ngawur dan menyesatkan. Adapun hal itu disampaikan inisiator Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia.
Tindakan dan langkah-langkah yang dilakukan Fredrich dan tentunya Novanto pun menurut dia sudah membawa Indonesia masuk pada situasi yang abnormal dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara.

Situasi politik, lanjut Doli, menjadi keruh dan tidak kondusif. Institusi hukum juga diacak-acak hingga penegakan supremasi hukum pun direndahkan dengan manuver-manuver yang dilakukan Novanto.

“Belum lagi komentar-komentar ngawur dan menyesatkan yang dilontarkan kuasa hukumnya FY, semakin memperparah situasi,” kritiknya melalui pesan singkat, Rabu (15/11).

Dia khawatir, keberanian dan semakin offensifnya Fredrich, dibekingi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan. “Itu bisa saja berkembang memunculkan spekulasi dugaan keterlibatan Kepala BIN dalam mendukung dan melindungi SN. Karena seperti yang kita ketahui, FY sebelumnya juga adalah kuasa hukumnya Pak BG,” kata Doli.

Oleh karena itu, dia meminta KPK segera mengambil langkah tegas kepada Novanto bila memang dia mangkir lagi dari panggilan penyidik.

“Segera jemput paksa dan tahan SN. Karena langkah itu juga dapat ikut meredakan kegaduhan, karena sumber gaduhnya tidak lagi berkeliaran dan bisa melakukan manuver,” pungkas Doli.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top