Kriminal

Ciut Minta Maaf, Ini Klarifikasi Ustadz Maaher soal Ceramah ‘Monyet-monyet Berseragam Cokelat‘

732-maaher_atthuwailibi-718x452

Ustadz Maaher At-Thuwailibi menglarifikasi soal video ceramahnya yang menyinggung pemerintah thogut dan ‘Monyet-monyet berseragam cokelat’ yang viral di media sosial (medsos).

Dalam klarifikasi yang disampaikan lewat akun Facebooknya, Ustadz Maher mengatakan, jika kalimat ‘Monyet-monyet berseragam cokelat’ tidak ditujukan kepada lembaga atau institusi tertentu.

Selain itu, Ustadz Maaher juga meminta maaf kepada pemerintah, ulama, dan rakyat Indonesia, jika pernyataannya tersebut telah menimbulkan keresahan.

Berikut klarifikasi Ustadz Maaher, yang disampaikan lewat akun Facebooknya, Minggu (29/10/2017).

KLARIFIKASI TERBUKA…

Assalamualaikum warahmatullah.
Terkait potongan video kami yang terlanjur viral di medsos yang mengundang tanya banyak kalangan dan bahkan menimbulkan ketidaknyamanan sebagian fihak, maka dengan ini kami (Maaher At-Thuwailibi) memberikan KLARIFIKASI.

1. Kalimat ‘Monyet-monyet berseragam coklat’ yang kami sebutkan sama sekali bukanlah di tujukan kepada lembaga atau instansi atau institusi tertentu.

2. Selebihnya dari isi ceramah kami yang terlanjur viral tersebut berupa pernyataan-pernyataan yang kurang baik dan menimbulkan keresahan, maka kami MEMOHON MAAF kepada segenap rakyat indonesia, Pemerintah Republik Indonesia, Para Ulama, dan semua fihak yang merasa tidak nyaman dengan isi ceramah kami tersebut.

Demikian klarifikasi ini kami buat dengan baik, selebihnya Allahul Musta’an.

Sebelumnya, video ceramah uztaz Maaher At-Thuwailibi, yang menyinggung soal Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) nomor 2 tahun 2017 dan pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), menjadi viral dan jadi perbincangan warganet (netizen).

Pasalnya, kalimat-kalimat yang dilontarkan sang ustaz dinilai cenderung kasar dan melecehkan, lantaran menyebut adanya ‘Monyet-monyet berseragam coklat.’

Dalam video pendek berdurasi 56 detik yang tersebar di media sosial itu, uztaz Maaher mengatakan “Negara ini sebenarnya, Indonesia ini pemerintah ini sebenarnya, monyet-monyet berseragam cokelat itu bukan anti sama ISIS. ISIS itu kambing hitam. Mereka anti kepada Islam.”

“ISIS itu kambing hitam saja, Hizbut Tahrir dibubarkan lewat Perpu Nomor 2, itu kambing hitam, pancingan, nanti kalau sudah berhasil ini HTI maka akan dibubarkan ormas-ormas lain,” sambungnya.

Kemudian ia menyebutkan sejumlah ormas yang berpeluang dibubarkan setelah berhasil membubarkan HTI. “Karena negara ini negara toghut, negara ini tegak di atas sistem kufur,” tandasnya.

Meski demikian, dalam video itu tak dijelaskan secara pasti siapa yang dimaksud dengan ‘Monyet-monyet berseragam cokelat.’

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top