Ekonomi

500 Pesantren Diharapkan Tingkatkan Ekonomi Umat Berbasis Pertanian Organik

IMG-20171103-WA0095-768x576

Ciamis – Paguyuban Agro Organik Pesantren Kabupaten Ciamis dan Ikatan Alumni Santri Nurussalam menggelar sosialisasi bertemakan “membangun ekonomi umat berbasis pertanian organik di pesantren” yang diikuti puluhan santri dari berbagai daerah di Kabupaten Ciamis, Jumat (03/11) siang.

Kegiatan itu digelar di Pondok Pesantren Nurussalam, Kujang Cikoeng, Ciamis. Dan menghadirkan pemateri dari salah satu perguruan tinggi di Indonesia yaitu profesor Cahya Yudi Widianto, seorang peneliti dari Universitas Gajah Mada.

Menurut Ketua Pelaksana sekaligus Ketua Paguyuban Agro Organik Pesantren, Ustadz Andi Ali Fikri, kegiatan yang digelar Jumat (3/11/2017) ini bertujuan untuk membangun ekonomi mandiri yang berbasis islam.

“Acara ini didukung oleh berbagai pihak, baik dari Karang Taruna, bahkan Pemerintah Kabupaten Ciamis pun sangat mengapresiasi kegiatan tersebut,” ungkapnya.

Dia mengakui, pelaksanaan sosialisasi ini merupakan bentuk usaha untuk mengembangkan pondok pesantren mampu memenuhi kebutuhannya sendiri melalui pemberdayaan sumber daya alam (SDA), membangun ekonomi umat berbasis pertanian organik.

“Diharapkan Ciamis yang mempunyai sekitar 500 pesantren mampu meningkatkan ekonomi berbasis pertanian organik,” katanya.

Kedepannya, pesantren-pesantren yang ada di Ciamis diharapkan tidak lagi ketergantungan terhadap pemerintah dengan mengusulkan proposal, tetapi mampu membangun pesantrennya sendiri, mulai dari bagaimana untuk menyiapkan/menyediakan makanan bagi santri dan seterusnya.

“Dengan memanfaatkan SDA yang ada, mengembangkan pertanian berbasis organik tentu hasilnya sangat sehat untuk dikonsumsi karena tidak terkontaminasi dengan zat-zat anorganik,” katanya.

Dikatakannya, jika pesantren mampu mengembangkan ekonomi berbasis pertanian organik, tidak saja hanya kebutuhan untuk konsumsi santri yang terpenuhi melainkan bisa mengasilkan lebih untuk pembangunan pesantren.

Dalam sosialisasi yang dikemas melalui diskusi tersebut, panitia menghadirkan pembicara seorang ilmuwan UGM, Prof. Cahya Yudi Widianto, unsur pemerintah Kab. Ciamis dan Ust. Agus Setiawan termasuk Ust. Andi Ali Fikri.

Menurut Andi, kehadiran Prof. Cahya secara gamblang memaparkan teknik pertanian organik yang sesuai dengan kaidah-kaidah Islam, baik sejumlah hadist atau pun al quran.

Selain dihadiri oleh santri Pontren Nurussalam, hadir juga sejumlah alumni santri Nurussalam yang sudah terebar di Ciamis dan sekitarnya. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top