Hukum

Garda Nawacita Duga PT Seram Industri Mineral Sabotase Pesparawi X Tingkat Provinsi

20171104_073445

Seram Bagian Barat (SBB) – Rencana pendirian Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berlokasi di depan Gedung Hatutelu, Piru, Kecamatan Seram Bara, Kabupaten Seram Bagian Barat (2/11) dituding sebagai bentuk sabotase terselubung yang dilakukan PT Seram Industri Mineral yang informasinya milik mantan bupati melalui kaki tangannya.

“Kami menilai aksi pembangunan SPBU tepat di depan lokasi pelaksanaan Pesparawi X Tingkat Provinsi Maluku sebagai Sabotase terselubung,” demikian disampaikan Ketua Komite Nasional GARDA NAWACITA Abdullah Kelrey, hari ini.

Dia menduga PT. Seram Industri Mineral sampai saat ini tidak memiliki IMB bahkan sebagian besar masyarakat Piru mengetahui diatas tanah tersebut di miliki beberapa orang Piru, meskipun diduga sebagian masyarakat belum memiliki sertifikat.

Kelrey melanjutkan aksi serobot tanah tersebut bukan terjadi saat ini saja, selama sepuluh tahun pemerintahannya yang bersangkutan sering melakukan aksi serobot lahan tanah milik masyarakat Piru, hanya saja masyarakat tidak ada yang berani melawan aksi kesewenang-wenangan tersebut.

“Masyarakat Piru semua tahu, bagaimana sang mantan dua periode ini mengelabui Victor Johanes Tendean alias Siong. Bahwa tanah Siong sampai saat ini berdiri bangunan megah milik sang mantan, meskipun Siong berulang kali melaporkan hal tersebut ke Polres SBB namun tidak ada tindaklanjut. Kata Pria Asal Pulau Seram itu dalam siaran elektroniknya,” tuturnya.

Dikatakannya, hal serupa juga saat ini terjadi aksi dugaan sabotase terselubung dengan membongkar tanah yang bukan miliknya, bahkan didepan Gedung Hatu Telu seyogyanya bisa digunakan sebagai lahan parkir pada saat pelaksanaan Pesparawi X Tingkat Provinsi Maluku yang akan berlangsung tanggal 19-25 November 2017.

Sementara saat media ini mencoba konfirmasi atas Pembangunan SPBU di depan Gedung Hatu Telu ke Kantor Desa Piru, didapati surat larangan membangun bernomor 140/695/2007 yang ditanda tangani Plt. Raja Piru, Royanto Manupassa, S.Pt yang berisi menyikapi beberapa persoalan terkait dengan pembangunan tempat pengisian bensin di wilayah Negeri Piru, tepatnya di depan Gedung Hatu Telu yang dikerjakan oleh PT. Seram Industri Mineral antara lain, pertama proyek pembangunan tersebut belum atau tidak memiliki izin mendirikan bangunan. Jelas pria yang sering di sapa bung rey itu.

“Hal ini dibuktikan dengan pihak PT Seram Industri Mineral tidak dapat menunjukkan bukti yg IMB tersebut sesuai dengan yang disampaikan oleh PT Seram Industri Mineral dan hari Rabu 1 November 2017 akan menunjukkan bukti IMB ke Kantor Negeri Piru,” tutur Kelrey.

Dia menambahkan Gedung Hatu Telu adalah merupakan gedung yang akan dipakai untuk pelaksanaan lomba Pesparawi ke X Tingkat Provinsi Maluku sehingga aktivitas sebagai pelaksanaan kegiatan tersebut sangat mengganggu kelancaran pelaksanaan Pesparawi X Tingkat Provinsi Maluku di Kabupaten Seram Bagian Barat khususnya dipilih sebagai pusat pelaksanaan Pesparawi X Tingkat Provinsi Maluku.

Merujuk pada beberapa hal di atas maka diminta untuk aktivitas pembangunan tempat pengisian bensin di gedung Hatu Telu dihentikan sampai pelaksanaan pesparawi tingkat X Provinsi Maluku di Kabupaten Seram Bagian Barat terakhir.

“Kami mendesak Bupati, Drs. M Yasin Payapo mengambil tindakan tegas atas penyerobotan lahan tersebut dan aksi Sabotase terselubung oknum mantan dan kroninya segera ditindak,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top