Hukum

Dandan Terima Vonis Dengan Bertasbih

Dandan Bandung

Bandung – Persidangan kasus dugaan pungutan liar di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) yang menimpah Dandan Riza Wardana berserta jajarannya berakhir sudah. Terdakwa Dandan dianggap melanggar pasar 11 UU TIPIKOR, dengan pidana 1 tahun dan denda Rp 50.000.000. Dandan nampak bertasbih saat menerima vonis hakim, di Pengadilan Negeri Bandung, Senin (23/10) .

Efran Juni Helmi penasehat hukum Dandan mengatakan, pada persidangan ada barang bukti uang tunai sebesar Rp 63.900.000 diserahkan pada negara. Keberadaan uang tersebut bukan untuk kepentingan pribadi Dandan, namun untuk kepentingan sosial kemasyarakatan dan tidak memenuhi unsur gratifikasi.

“Itu terbukti bahwa tidak ada dana yang mengalir ke rekening Dandan,” jelas Efran.

Adapun yang sebelumnya diberitakan media massa adanya uang tunai sebesar Rp 68.900.000, uang tunai US$ 24.810; uang tunai 120 poundsterling dan buku tabungan Bank Mega dengan saldo Rp 100.105.069, uang tersebut murni milik Dandan Riza Wardana dan keluarganya sehingga Pengadilan memutuskan mengembalikan kepada Dandan.

Banner-keren-hoaxDandan menyadari perjalanan hidupnya selama meniti karier di pemerintahan Kota Bandung penuh liku, bahkan harus menghadapi masalah hukum yang pelik sehingga menyulitkan dirinya dan keluarganya. Untuk itu, setelah proses hukum ini selesai Dandan memilih menenangkan diri terlebih dahulu bersama keluarga dengan menekuni agama.

“Saya selalu pegang amanah dalam setiap pekerjaan hingga raih prestasi, saatnya saya mewujudkan amanah keluarga untuk melanjutkan pembangunan pondok pesantren, sebagai bagian dari wujud rasa bersyukur saya atas segala nikmat dan cobaan yang diberikan oleh Allah SWT,” jelas Dandan yang pernah membawa DPMPTSP Kota Bandung mendapat penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, sebagai Role Model penyelenggaraan pelayanan publik kategori A untuk kinerja tahun 2016.

Ditanya apakah tidak tertarik kembali ke pemerintahan, Dandan yang berhasil meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari perijinan menjadi Rp 53.927.406.864 pada tahun 2016 dibanding tahun 2015 hanya Rp 31.301.966.107 saat memimpin DPMPTSP ini, dengan senyum mengatakan pengabdian kepada masyarakat banyak wujud dan bentuknya. Pada prinsipnya pengabdian kepada masyarakat perlu dilakukan dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan.

“Saya akan tetap mengabdi kepada masyarakat,” tegasnya.

Dandan menjelaskan, semasa bekerja, pengabdian kepada masyarakat Kota Bandung diwujudkan dengan memberi perhatian yang lebih kepada masyarakat kelas ekonomi kecil dan mikro, dengan memberikan layanan gratis kepada kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Bandung. Ide tersebut kemudian dideklarasikan oleh Walikota Bandung Ridwan Kamil sebagai salah satu program unggulan di Kota Bandung.

Menurut Dandan, Kota Bandung sebagai kota kreatif maka masyarakatnya perlu mendapatkan fasilitas kemudahan dalam berinovasi di dunia usaha. Pintu untuk berinovasi adalah dengan memberi kemudahan para pengusaha untuk mendapatkan izin usaha. Dandan tercatat memiliki prestasi gemilang saat menjadi Ketua BPPT yang kemudian berubah menjadi DPMPTSP yakni mempercepat proses perizinan yang semula membutuhkan waktu 24 hari pada tahun 2015 menjadi 7 hari pada tahun 2016.

“Berbekal pengalaman itulah saya menyatakan akan terus mengabdi untuk masyarakat dan saya mengucapkan terima kasih untuk Bapak Walikota & jajaran, keluarga, Penasihat Hukum dan handai taulan atas do’a dan dukungan moril bahkan materil pada saya untuk melalui masa sulit ini,” jelas Dandan mengakhiri pembicaraan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top