Nasional

Aksi 299 Sarat Muatan Politis, Mahasiswa & Pemuda Relawan NKRI Komitmen Berjuang Kawal Jokowi-JK

Mahasiswa & Pemuda Relawan NKRI

Jakarta – Aksi 299 yang akan digelar oleh alumni Aksi 212 di depan Gedung DPR pada Jumat ini (29/9) justru mendapat beragam tanggapan dari banyak pihak. Tanggapan miring pun mengalir dari mahasiswa yang mensinyalir aksi tersebut sarat dengan kepentingan politik pihak tertentu.

Atas isu itu, mahasiswa pun diminta untuk tidak terpengaruh dan terlibat dalam aksi seperti demikian. 

Aliansi Mahasiswa dan Aktivis Pemuda Relawan NKRI justru berkomitmen berjuang memastikan, mengarahkan, mengawal dan mengamankan kebijakan-kebijakan politik yang dikeluarkan oleh Pemerintahan Jokowi-JK.

“Kami selalu menjadikan Trisakti satu-satunya pilihan untuk mewujudkan kedaulatan di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan,” ungkap Ketua Presedium Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Relawan NKRI, Frans Freddy.

Hal itu disampaikannnya dalam konferensi pers dan dialog kebangsaan bertema “Pancasila dalam Dinamika Perpolitikan Nasional untuk Mewujudkan Kebhinnekaan” di Balpus Resto Rawamangun, Jumat (29/9).

Dari seluruh peserta turut hadir perwakilan Bem dan OKP diantaranya Universitas Islam Jakarta, Universitas Trisakti, Universitas UNJ, UBK, Universitas Islam Attahiriyah, Universitas Jayabaya, Universitas Ibnu Chaldun, Universitas Al Azzahra dan perwakilan PTKP Badan Kordinasi HMI Jabotabek dan Banten serta perwakilan KNPI DKI.

Selain itu, kata Frans, mereka juga bertekad mengobarkan kembali jiwa bangsa yang bermartabat, bergotong royong dan berkeadilan sosial, serta mewujudkan kehidupan politik yang menjamin kedaulatan rakyat.
Mereka ingin menjadikan kekuatan politik nasional yang menjadi perekat kebangsaan dan penjaga kebhinekaan Indonesia dimana perbedaan dan keanekaragaman budaya, bahasa, suku, dan agama.

“Kami mendukung kebijakan pemerintah untuk meneguhkan pancasila sebagai dasar Negara diseluruh elemen kehidupan kampus sebagai garda mengawal keberagaman dalam menangkal radikalisme,” sebutnya.

Lebih lanjut, PTKP Badko HMI Jabotabeka – Banten Ibrahim mengemukakan perspektif Pancasila dalam kajian dinamika politik di Indonesia merupakan sudut pandang Pancasila yang digunakan dalam menata kehidupan politik di Indonesia. Pancasila tidak lepas dari kegigihan rakyat Indonesia dalam memperoleh kemerdekaannya.

“Bangsa Indonesia dengan gigih dan bertumpah darah rela berkorban untuk menjadikan bangsa Indonesia ini merdeka. Kenyataanya hingga sekarang mental terjajah bangsa Indonesia masih tertanam pada sebagian rakyat Indonesia dengan konteks yang berbeda dari apa yang dialami dan saat masa sebelum kemerdekaan,” papar Ibrahim.

Ibrahim melanjutkan dalam suhu dinamika politik begitu banyak diwarnai kepentingan kekuasaan yang sering ditungganggi kepentingan kapital, jika tidak punya prinsip dan tidak punya pemahaman terhadap Pancasila, UUD 1945 dan sistem pemerintahan negara Indonesia, maka berbagai tarik menarik dalam dinamika politik tersebut akan membikin banyak pihak bingung dan tidak punya arah.

Oleh karena itu, tambah Ibrahim pihaknya ingin mengajak seluruh elemen anak bangsa bangsa untuk kembali menghadirkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Maka dari itu sekali lagi menegaskan bahwa aspek politik adalah hal yang tidak dapat dikecualikan untuk menggunakan nilai-nilai Pancasila.

“Sehingga tugas kami sebagai anak bangsa agar tetap menjaga keutuhan berbangsa dan bernegara, tidak saling silat lidah. Sekali lagi marilah saling bergandeng tangan, tidak perlu berteriak dijalan yang dimana selalu membuat kemacetan dan lumpuhnya roda ekonomi. Karena masih ada ruang atau jalan lain untuk menyampaikan gagasan kritis kita dalam forum musyawarah yang lebih elegan dan terarah ketimbang turun kejalan,” sebutnya.

Ditempat yang sama perwakilan KNPI DKI Karsid dan perwakilan Ketua-Ketua BEM DKI Jakarta mengingatkan pertemuan Rektor dan Mahasiswa seluruh perguruan tinggi di Bali pada tanggal 25-26 September 2017 yang di hadiri kurang lebih 3.000 seluruh Universitas se Indonesia dan 3000 Perwakilam Mahasiswa Se-Indonesia. Dengan menggagas aksi kebangsaan melawan radikalisme ini nantinya akan dijadikan prasasti untuk dipahat di atas marmer, yang kemudian dipasang di seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

Pada deklarasi tersebut untuk meneguhkan lagi komitmen kampus-kampus terhadap Negara Kesatuan Republik Indoneska (NKRI) atas Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan UUD 1945. Salah satu hal yang akan dibahas dalam pertemuan akbar perguruan tinggi adalah bagaimana menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kurikulum.

‘Cita-cita keadilan sosial inilah yang menjadi ciri mengapa demokrasi yang dibangun bukan hanya demokrasi politik, namun juga demokrasi dibidang ekonomi. Langkah-langkah revolusi Pancasila ditempuh melalui program-program prioritas yaitu mengukuhkan Pancasila sebagai ideologi negara dan pandangan hidup bangsa, mengukuhkan negara hukum Pancasila, memperjuangkan kedaulatan dalam politik, memperjuangkan kemandirian dalam perekonomian, memperjuangkan kepribadian dalam kebudayaan, menguatkan kohesi sosial,” papar Karsid.

Lebih jauh, Karsid menyampaikan bahwa demokrasi yang berurusan dengan kesejahteraan rakyat, di mana seharusnya tidak ada lagi kelimpahan air mata di taman nirwana dunia timur ini. Sehingga pentingnya merajut nilai-nilai kebhinnekaan di negara Indonesia dalam pluralisme dan multikulturalisme. Selain itu, tambah dia, sebagai kaum revolusioner perlu mengorganisir diri ke dalam suatu organisasi revolusioner untuk memajukan kesadaran diri dalam melenyapkan struktur sosial masyarakat feodalistik dan kolonialistik-kapitalistik yang bersifat diskriminatif, menjadi struktur masyarakat Pancasilais yang bersifat egaliter.

“Sama dapat-sama rasa, dengan semangat persatuan nasional yang mengatasi kepentingan perseorangan atau golongan serta memiliki sikap tegas terhadap kampanye rasisme, radikalisme, sekularisme maupun pemberitaan hoax yang sarat akan kepentingan politik hari ini,” tandasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top