Nasional

Jari 98 Ajak Aktivis Hadiri Dialog HUT KAHMI ke 51 yang Diisi oleh Kapolri

Kapolri Tito Karnavian

Jakarta – Kapolri Jenderal Tito Karnavian bakal hadir dalam acara Dialog HUT Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) ke-51 di JCC Senayan, hari ini Selasa (19/9) pukul 14.00 WIB.

Pasalnya, dalam dialog nasional nanti, Keluarga Besar KAHMI yang dipentoli oleh Mahfud MD selaku Koordinator Presidium itu akan mengusung tema “Mewujudkan Keadilan Menyatu dalam Kebhinnekaan”.

Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari 98) pun ikut mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke 51 KAHMI dan mengapresiasi kehadiran Tito Karnavian dalam dialog kebangsaan nanti.

“Selamat Ulang Tahun ke 51 KAHMI, teruslah menjadi inspirasi dan energi untuk merawat kesejatian Indonesia. Kami beri dukungan kepada Pak Tito untuk mengisi dialog tersebut ditengah-tengah dinamika politik Indonesia yang terjadi saat ini jangan sampai membuat bangsa menjadi terpecah belah,” ungkap Wasekjen Jari 98 Ferry Supriadi, hari ini.

Lebih lanjut, Ferry juga meminta rekan-rekan aktivis seluruh Indonesia bisa menghadiri simposium tersebut karena pentingnya komitmen kebangsaan ke Indonesiaan yang merupakan salah satu pilar komitmen KAHMI. Dia menyakini KAHMI bisa menjadi bagian anak bangsa yang memperkokoh erat bingkai kebhinekaan.

“Kita sangat berharap semua elemen anak bangsa bisa bersatu padu bahu membahu dalam membangun dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Ferry mengajak seluruh pihak untuk bersama – sama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan tidak mudah terprovokasi oleh informasi atau isu yang berkembang.

“Tentu kita harus bersinergis dengan semua pihak, baik pemerintah, ormas dan elemen masyarakat sehingga situasi tetap kondusif,” kata dia.

Selain itu, Ferry mengingatkan agar di Indonesia tidak dipertentangkan lagi antar Islam dengan Pancasila tetapi satu kesatuan dalam menjadi ideologi bangsa, dalam menjaga atau merawat kebhinekaan NKRI. Dia juga berharap, kebhinekaan di Indonesia tidak menjadi pertentangan masyarakat, namun justru dijadikan pemersatu.

“Sekali lagi kebhinekaan yang memang ada di Indonesia bukan dipertentangkan tapi menjadi satu kesatuan yang mempersatukan bangsa, sehingga Indonesia bisa lebih maju, berkembang, dan modern dalam memasuki era globalisasi,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top