Nasional

Mahasiswa Malang Tolak Paham Radikal dan Anti Pancasila

Deklarasi KMMR Jatim

Jakarta- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Mahasiswa Malang Raya (KMMR) Jawa Timur mendeklarasikan diri untuk menolak radikalisme dan faham anti Pancasila di Gedung Muslimat Nahdlatul Ulama Malang Jl. MT. Haryono No. 17 Malang, Jawa Timur.

Dalam deklarasi tersebut juga dilakukan penandatanganan oleh perwakilan PMII, GMNI dan HMI dan organisasi mahasiswa lain yang tergabung dalam Kesatuan Mahasiswa Malang Raya.

Ketua Umum Kesatuan Mahasiswa Malang Raya, Abdul Aziz SP mengatakan, deklarasi Menolak Radikalisme dan Faham Anti Pancasila tersebut diikuti oleh sebanyak 150 Mahasiswa. Dalam deklarasi tersebut mahasiswa Malang Raya sepakat akan menjaga persatuan dan kesatuan serta kedaulatan bangsa. Setia pada Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika.

“Kesatuan Aksi Mahasiswa Malang Raya meneguhkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 demi tegaknya NKRI,” katanya, Jumat (25/8/2017).

Selain itu lanjut dia, KMMR akan turut serta menjaga kondusifitas kehidupan berbangsa dan bernegara, menjaga ketertiban dan kedamaian dalam setiap aktivitas organisasi. Bahkan Abdul Aziz menegaskan jika Kesatuan Aksi Mahasiswa Malang Raya menolak segala bentuk gerakan radikalisme, anti Pancasila dan NKRI dalam bentuk apapun di penjuru nusantara karena bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

“Kami siap meningkatkan kewaspadaan terhadap upaya pembentukan dan penyebaran paham radikal ormas anti Pancasila dan NKRI di lingkungan pendidikan,” tegas Abdul Aziz yang juga selaku penanggung jawab acara tersebut.

Menurut Aziz, pihaknya bersama mahasiswa Malang Raya mendukung langkah pemerintah dalam menerbitkan Perppu ormas No. 2 tahun 2017.

“Intinya kami akan terus mendukung pemerintah dalam menertibkan Ormas dan OKP, yang dalam aktivitasnya bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila,” terang dia.

Selain menggelar deklarasi Pelaksanaan seminar kebangsaan ini, tambah Aziz, sebagai upaya untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang bagaimana mana bahayanya radikalisme dan faham anti Pancasila. Sebab, mahasiswa harus dibentengi untuk tetap tegaknya NKRI. “Kami mengapresiasi seminar kebangsaan yang saat ini kita lakukan demi tegaknya NKRI,” pungkas Aziz.

Selain deklarasi Menolak Radikalisme dan Faham Anti Pancasila tersebut, Kesatuan Aksi Mahasiswa Malang Raya juga menggelar seminar publik dengan tema yang sama.

Dalam seminar tersebut beberapa tokoh pun hadir sebagai narasumber dan membagikan wawasan dan pemikiran terakit dengan kebangsaan Indonesia saat ini. Mereka diantaranya yakni Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Malang sekaligus alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Malang, Dr. Nuruddin Hady, SH, MH.

Kemudian ada juga tokoh dan Akademisi yang juga merupakan alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Malang Dr. Abdul Wahid, SH, M.Si, dan Anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Batu yang sekalugus pula sebagai alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Malang, Saifudin Zuhri.

Abdul Azis berharap besar dengan adanya deklarasi sekaligus seminar yang dihadiri oleh para aktivis dan alumni HMI Malang, aktivis dan alumni GMNI Malang, aktivis dan alumni PMII Malang, serta para Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang tersebut, dapat memberikan atensi dan pemahaman yang berdampak positif bagi generasi bangsa Indonesia untuk tetap merawat NKRI.

Bahkan usai kegiatan tersebut, isi dari deklarasi dan dukungan juga dibubuhi dengan tanda tangan dari perwakilan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Mahasiwa Malang Raya, yang nantinya akan dikirimkan ke Mahkamah Konstitusi (MK), DPR-RI, Gubernur Jawa Timur dan DPRD Jawa Timur.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

To Top