Nasional

Buruh akan Kepung DPR Bersamaan Pidato Kenegaraan Desak Cabut Perppu Ormas

20170815_112626

Jakarta – Aliansi Aksi Bersama Cabut Perppu Ormas berencana menggelar aksi turun ke jalan bersamaan dengan momentum pidato kenegaraan di DPR/MPR, Rabu besok (16/8).

Mereka mendesak untuk segera mencabut Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No.2 tahun 2017 tentang perubahan atas Undang-Undang No.17 tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).

“Besok kami elemen buruh sepakat akan turun aksi bersamaan dengan momentum pidato kenegaraan pidato di DPR/MPR,” tegas Ketua Umum GSBI Rudi HB Damman, hari ini.

Menurutnya, perlu ada upaya menghentikan segala bentuk pembatasan kebebasan berorganisasi, berpendapat, dan ekspresi serta segala bentuk kekerasan dan persekusi terhadap organisasi massa yang memperjuangkan hak-hak demokratis dan menentang segala kebijakan dan tindakan negara yang menindas hak-hak demokratis rakyat.

“Secara umum, Perppu seolah menyasar pembubaran HTI dan gerakan intoleran radikalis namun justru menyasar seluruh ormas dan berbahaya bagi demokrasi serta gerakan rakyat Indonesia,” ungkap diam

Dia melanjutkan Perppu ormas adalah salah satu dasar hukum pemerintah membubarkan ormas sesuai penilaian pemerintah secara sepihak tanpa proses pengadilan. Kebebasan berserikat dan berorganisasi adanya Perppu ormas menjadi terbelenggu sesuai norma yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Jika mau membubarkan HTI, kami rasa tidak perlu mengeluarkan Perppu dengan UU saja cukup. Karena Perppu ini tidak hanya menyasar ke HTI saja tapi seluruh ormas,” ujarnya.

Dikatakan dia, situasi saat ini sama dengan orde baru, bedanya orde baru sangat supersif. Perppu ini adalah bagian dari skema yang dibuat pemerintah untuk mengimplementasikan paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah Jokowi-JK.

“Hentikan segala bentuk kekerasan, intimidasi, terror, kriminalisasi dan bentuk tindasan fasis lainnya yang dilakukan oleh rezim Jokowi termasuk penerbitan Perppu Nomor 02 Tahun 2017 yang jelas-jelas bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi dan HAM, serta merampas hak politik rakyat dalam berorganisasi dan berkumpul,” tandasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top