Nasional

LBH Pendidikan Ajak Semua Pihak Hentikan Bullying terhadap Difabel

IMG-20170810-WA0019

Jakarta – Direktur LBH Pendidikan Arie Taunggoro angkat suara perihal maraknya fenomena kasus bullying terhadap kalangan difabel.

Arie mengaku akan memperjuangkan hak-hak kaum difabel yakni dengan merumuskan Lembaga Komnas Disabilitas.

“Kami akan terus memperjuangkan hak-hak kaum difabel agar mendapatkan pemerataan kesempatan bagi pekerja,” ungkap Arie.

Hal itu mengemuka dalam acara seminar bertema “Perlindungan Kaum Difabel dari Tindak Perundungan” yang di gagas oleh Lembaga Bantuan Hukum Pendidikan (LBHP) bersama KOMITE ADVOKASI DIFABEL INDONESIA (KADI) di Aula LBH Jakarta, Rabu, (9/8).

Turur hadir narasumber diantaranya Prof. Hafid Abbas (KOMNAS HAM), YUNITA (LBH Jakarta), Fikri Thalib (Direktur KADI) Yenni Rossa (INDONESIA MENTAL HEALT ASSOCIATION) dan Arie Taunggoro (LBH pendidikan). Selain itu puluhan masyarakat dari berbagai kalangan seperti pemuda, mahasiswa, kaum difabel, jaringan pemantau pendidikan Indonesia, akademisi dan korban bullying.

Menurutnya, setiap manusia di bumi Indonesia harus mendapatkan perlakuan yang sama mulai dari fasilitas, perlindungan hukum, pekerjaan dan tempat tinggal.

Dia berharap forum ini bisa mencari langkah konkret untuk memberikan kesadaran pada masyarakat agar tidak melakukan lagi kasus bully yang bisa memakan korban. Seperti kasus tewasnya siswa SD di Sukabumi, kasus bully terhadap Mahasiswa Universitas Gunadarma.

“Diberlakukannya larangan cadar buat mahasiswi di kampus Universitas Pamulang juga masuk kasus Bullying karena tidak sesuai dengan prinsip prinsip HAM serta regulasi SISDIKNAS,” tukas Ketua DPC Ikadin Jakarta Timur.

Seminar tersebut diadakan sebagai langkah cepat dari LBH Pendidikan untuk mencari solusi agar kasus bullying terhadap difabel tidak berlanjut dan memakan korban selanjutnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top