Nasional

Jangan Menarik Kapolri Jenderal Tito Karnavian ke Panggung Politik

Ma'ruf Amin dan Tito

Jakarta – Selain Jokowi, Prabowo, Gatot dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian disebut-sebut masuk dalam bursa calon presiden atau wakil presiden yang akan meramaikan Pilpres 2019.

Masuknya nama Tito Karnavian dalam bursa calon wakil presiden (Cawapres) tentu mengejutkan. Hal itu berdasarkan kencangnya opini yang dibangun berbagai elemen masyarakat untuk menarik Tito ke dalam pusaran politik.

Namun, bagi aktivis Aliansi Mahasiswa dan Aktivis Pemuda Relawan NKRI Frans Freddy menginginkan agar jangan menarik nama mantan Kapolda Metro itu ke dunia politik. Meskipun demikian ia tidak menampik bahwa memang ada beberapa unsur masyarakat yang menginginkan Tito bisa masuk ke dunia politik pada 2019.Tito dan Ulama

“Kami yakin Pak Tito memilih fokus mengerjakan tugasnya sebagai Kapolri. Tanggung jawab sebagai Kapolri merupakan tugas yang berat. Pasti beliau memilih fokus menjadi Kapolri,” ucap Frans, hari ini.

Dia meminta semua pihak untuk menahan diri agar tidak menyeret Tito ke panggung politik. Sebab, kata Frans, saat ini Tito memilih untuk mengabdi agar bisa membawa Polri menjadi lebih baik.

“Kami berharap Tito tetap pada pendiriannya untuk tidak tergiur rayuan agar terjun dalam dunia politik. Tidak selamanya rayuan itu baik untuk diri Tito. Bisa jadi, rayuan dan godaan Tito adalah jebakan untuk membunuh karir Tito sebagai Kapolri,” bebernya.

Lebih lanjut, Frans mengakui kepopuleran Tito yang kian meroket pasca kisruhnya kasus penodaan agama yang menjerat Ahok yang berujung beberapa aksi demo. Aksi demo tersebut juga diduga ditunggangi aksi makar untuk menggulingkan pemerintahan Jokowi.

Bersama Gatot, Tito bahu membahu mengantisipasi kemungkinan adanya aksi makar yang membonceng aksi demo yang mentuntut agar Ahok segera diadili. Tito dan Gatot menjadi sering diundang dalam sebuah acara baik on air maupun off air. Perlahan-lahan, masyarakat mulai mengenal kedua sosok yang menjadi pemimpin tertinggi militer di Indonesia.

“Pak Tito ahli dibidangnya terkait dengan kepolisian dan keamanan negara. Tidak ada yang meragukan kehebatan Pak Tito dalam bidang tersebut. Jiwa dan darah Pak Tito adalah di dunia kepolisian,” jelasnya.

Lebih jauh, Frans berharap Tito bisa mengabdi untuk negeri lewat dunia kepolisian. Potensi Tito serta kontribusinya akan terlihat nyata jika dirinya tetap fokus menjadi seorang Kapolri.

“Biarlah pendamping Jokowi berasal dari orang-orang yang memang ahli dalam menjalankan tugas sebagai wakil presiden. Kontribusi Pak Tito bisa benahi korps Bhayangkara dan mensejahterahkan anggotanya,” tandasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top