Nasional

Mahasiswa Kecam Selandia Baru yang Telah Ikut Campur Dukung Papua Merdeka

Kecam selandia baru soal Papua 2

Jakarta – Puluhan mahasiswa tergabung dalam gabungan pemuda dan Mahasiswa (HMI, PMII dan GMNI) berunjuk rasa di Kantor Kedubes Selandia Baru, Jl. Asia Aprika No 08 Gelora Tanah Abang Jakpus, Selasa (8/8/2017).

Kedatangan mereka mengecam negara Selandia baru yang dianggap ikut campur mendorong dan mendukung perjuangan politik untuk Papua Merdeka.

“Kami meminta pemerintah Selandia Baru agar berhenti mencampuri dan mendukung Papua Merdeka karena masalah Papua adalah urusan dalam negeri Indonesia,” tegas Koordinator aksi Ketua Pemuda Penjaga Kedaulatan Indonesia (PPKI) Faris saat berorasi.

Selain itu, lanjut Faris, pihaknya juga meminta negara Selandia Baru berkomitmen untuk tidak membantu upaya manuver politik Papua Merdeka karena Papua merupakan bagian dari NKRI yang sah. “Kami minta hentikan kerjasama dengan pendukung Papua Merdeka dan segera putus hubungan bilateral Indonesia – Selandia Baru,” sebut dia.Kecam selandia baru soal Papua 2

Sementara itu, mahasisa UBK dari Korkam HMI Rusdin menyebutkan baru-baru ini kantor berita Selandia Baru gencar menyiarkan pemberitaan palsu tentang pembunuhan di Papua. Bagi mereka hal itu adalah bentuk campur tangan Selandia Baru yang berpotensi mengganggu kedaulatan NKRI. Di sisi lain selandia Baru sering melakukan pengkampanye solidaritas untuk West Papua meminta pemerintah Selandia Baru buka suara terkait perlakuan terhadap para demonstran pro kemerdekaan oleh Polisi Indonesia di Nabire.

“Tidak ada hubungan bilateral antara satu propinsi dengan Negara lain, selain hubungan antara negara dengan Negara Hubungan antar Negara dengan Negara adalah berdasarkan hubungan transaksi politik dalam sector ekonomi dan lain sebagainya,” ujarnya.

Dia melanjutkan jika negara asing turut angkat bicara mengenai Kemerdekaan Papua maka Negara tersebut telah merusak harkat dan martabat NKRI di dunia Internasional. Pemerintah Indonesia harus tegas menyikapi problem keterlibatan Negara asing atas desakan deklarasi kemerdekaan Papua Merdeka.

“Indonesia harus memutuskan hubungan diplomatik dengan pemerintah New Zeland Karena New Zeland mendukung sparatis Papua. Bila perlu boikot produk-produk New Zeland,” tandasnya.

Selain berorasi, para demonstran juga membentangkan spanduk bertuliskan “RNZ jangan menjadi provokator corong & pelindung separatisme, Penangkapan dan penyiksaan rakyat Papua di Nabire adalah Hoax RNZ tertipu LSM West Papua, Segera putus hubungan bilateral Indonesia New Zaeland, dan Pemerintah New Zaeland harus bertanggung jawab atas tindakan ceroboh RNZ dengan meminta maaf kepada RI”.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

To Top