Politik

Lembaga DPR Terselamatkan Bila Setya Novanto Mundur Dari Ketua DPR

Setya Novanto

Jakarta – Pasca Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan status tersangka kepada Ketua DPR RI Setya Novanto dalam korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektonik (e-KTP).

Proyek tersebut terjadi saat SN menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014, dimana SN disangka melanggar Pasal 3 atau Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan diduga mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 2,3 triliun dari nilai proyek Rp 5,9 triliun.

Direktur Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto menyebutkan kasus korupsi yang dilakukan oleh anggota DPR RI yang terjadi pada SN juga pernah dialami oleh beberapa anggota DPR RI diperiode 2009-2014, dan akibatnya memberikan dampak negatif bagi lembaga yang mewakili aspirasi rakyat Indonesia.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bersama Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov)

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bersama Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov)

“Masih ingatkah, dengan kasus “Papa Minta Saham” yang menimpa kepada SN juga pada saat itu dan mengundurkan diri sebagai Ketua DPR RI,” tegas Hari Purwanto hari ini.

Namun, kata dia, kasus “Papa Minta Saham” pun hilang ditelan bumi, hanya perubahan jabatan dan tidak ada kelanjutan bahkan proses hukum yang dilakukan. Hanya proses hukum ala DPR RI yang dikemas melalui MKD, tanpa hukum formal seperti halnya kasus hukum yang merugikan negara.

“Padahal dalam kasus “Papa Minta Saham”, SN berani untuk mengundurkan diri dari Ketua DPR RI,” tuturnya.

Pada kasus korupsi e-KTP ini, lanjutnya, SN belum ada tanda-tanda untuk mundur dari Ketua DPR RI yang jelas-jelas sudah 2 kali mencoreng nama lembaga DPR RI. Bahkan SN akan melakukan langkah Pra Peradilan dalam kasus e-KTP ini. Dan akan diskenariokan lolos dari jeratan hukum korupsi.

“Lembaga DPR RI sudah 2 kali kehilangan marwahnya karena seorang yang bernama Setya Novanto. Seperti peribahasa “Karena Nila Setitik, Rusak Susu Sebelangnga”, itulah wajah lembaga DPR RI kita hari ini,” bebernya.

Oleh karenanya, kata dia, perlu ada tindakan nyata untuk menyelamatkan lembaga DPR RI saat in. “Iitu dibutuhkan keseriusan serta tindakan nyata karena stempel DPR yang menjadi turun marwahnya karena perilaku oknum yang memberangus keberadaan anggota DPR RI yang lainnya,” tandasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top