Kriminal

Cerita Irjen Umar yang Ditabrak Mobilnya Malah Silaturahmi ke Penabrak

Irjen Umar ditabrak

Jakarta – Kakor Sabhara Baharkam Polri, Irjen Pol Umar Septono ramai menjadi perbincangan di dunia maya. Penyebabnya, mobil dinas yang ditumpanginya ditabrak pengendara lain hingga penyok namun sang jenderal tak marah dan justru bertamu ke kediaman sang penabrak.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu 21 Juni 2017 lalu. Saat itu, mantan Kapolda NTB itu beriringan dengan mobil dinas Asop Kapolri Irjen Pol Unggung Cahyono, sedang memantau arus mudik lebaran di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.Irjen Umar ditabrak

Saat melintas di Tol Cipali KM 120, iring-iringan mobil kedua jenderal yang dikawal petugas PJR ini berhenti mendadak. Di saat bersamaan, sebuah mobil Daihatsu Xenia bernopol B 1899 EOJ yang mengikutinya dari belakang, menabrak mobil Umar.

“Waktu itu saya sama keluarga mau pulang kampung ke Jawa Tengah. Yang bawa mobil sopir saya, Pak Manijan,” ujar pemilik mobil Xenia, Suyatim, Kamis (5/7/2017).

Mobil yang ditumpangi Umar pun kemudian berhenti. Ajudan Umar lalu turun dan menghampiri mobil Suyatim. Saat itu, Suyatim merasa deg-degan. Ia takut kalau polisi memarahinya.

“Ada bapak polisi turun lalu menghampiri mobil saya. Tadinya saya berpikir ‘wah ini pasti marah’, sopir juga mungkin pening waktu itu didatangi, tapi ternyata tidak. Bapak polisi itu cuma tanya ke sopir kendaraannya masih bisa jalan atau tidak. Kemudian memotret mobil saya, saya pikir mungkin buat dokumentasi saja,” jelas Suyatim.

Tidak berapa lama, iring-iringan mobil Umar melanjutkan perjalanan. Suyatim juga melanjutkan perjalanannya. Selang beberapa menit kemudian, mobilnya berpapasan dengan mobil Umar.

“Waktu itu kan papasan lagi di jalan, ada pak polisi yang mengacungkan jempol. Saya pikir ‘lho kok malah mengacungkan jempol’. Saya juga tidak tahu waktu itu kalau yang ditabrak itu mobil jenderal,” ucapnya.

Suyatim saat itu bersyukur, lantaran tidak kena semprot polisi atau diperkarakan. Setibanya di sebuah rest area, Suyatim memutuskan untuk kembali pulang ke Depok karena kondisi mobilnya rusak di bagian kap mesinnya. Suyatim baru mudik bersama keluarganya pada Jumat (23/6) dengan menggunakan bus.

Lama berselang setelah kejadian itu, Selasa (4/7) lalu, Suyatim mendapat panggilan telepon dari anaknya. Di ujung telepon, anaknya memberi kabar yang membuatnya kaget.

“Saya kebetulan sedang mengajar di Universitas Indonesia, tiba-tiba anak saya telepon, bilang bahwa ada polisi sama komandannya yang mau bertemu sama saya. Saya kaget ada apa, saya tidak mengira bahwa yang mau datang itu polisi yang mobilnya ditabrak itu,” ungkapnya.

Suyatim adalah dosen di Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (STMKG). Suyatim mengajar di UI karena ada kerja sama antara UI dengan STMKG.

Selesai mengajar, Suyatim lalu bergegas pulang. Setibanya di rumahnya, ia kaget, karena yang datang adalah polisi jenderal bintang dua. Suyatim semakin bingung.

“Ya waktu itu saya kaget, ada apa jenderal bintang dua menemui saya di rumah,” ucapnya.

Suyatim lalu mempersilakan jenderal itu untuk masuk ke dalam rumah. Namun, jenderal menolaknya dan memilih duduk di teras rumahnya. Jenderal itu lalu memperkenalkan diri kepada Suyatim. Suyatim semakin bingung ketika Umar meminta maaf kepadanya saat itu.

“Ya bapak itu datang kemudian mengatakan ‘saya datang mau minta maaf’. Kemudian cerita soal kejadian tabrakan itu, kemudian beliau juga datang untuk mengecek apakah ada keluarga saya yang cidera setelah kejadian itu, karena beliau tidak sempat turun dari mobil saat itu karena ada tugas mengecek mudik sama Asop Kapolri katanya,” paparnya.

Awalnya, Umar menolak untuk menceritakan peristiwa itu. Namun, akhirnya Umar mau menceritakan kronologi singkat kejadian itu.

“Iya waktu itu saya sama Asop Kapolri kan sedang ngecek jalur mudik di Tol Cipali. Kemudian karena ada sesuatu, mobil Pak Asop berhenti mendadak. Mobil saya juga berhenti mendadak. Ya yang belakang mungkin karena tidak bisa menghindar akhirnya menabrak bagian belakang mobil saya,” jelas Umar.

Karena sedang tergesa-gesa, Umar saat itu memerintahkan ajudannya untuk mengecek mobil yang menabraknya dan memotretnya. Umar juga berpesan agar ajudannya tidak memarahi penabraknya.

“Ya sudah, setelah itu saya lanjut lagi cek jakur mudik. Kemudian baru Selasa kemarin saya bisa menemui orangnya,” ucapnya.

Umar mengatakan, maksudnya menemui Suyatim hanya untuk mengecek kondisi Suyatim dan keluarganya. “Karena saya kepikiran, takutnya ada yang cidera. Makanya saya langsung cari alamatnya, saya datangi ke rumahnya dan Alhamdulillah ternyata tidak ada yang cidera. Ya semua kejadian kan ada hikmahnya, saya memetik hikmahnya ini, saya jadi bisa bersilaturahmi saya Pak Suyatim dan keluarganya,” tuturnya. 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top