Hukum

Mahasiswa Prihatin dengan SMS Hary Tanoe ke Pejabat Negara, Belum Jadi Apa-Apa Sudah Berani Intervensi, Gimana Nanti !!

SKS M hayum

Jakarta – Pasca mangkirnya Bos MNC Group Hary Tanoe dalam pemeriksaan perdana terkait dugaan ancaman melalui pesan singkat elektronik kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto terus menyita perhatian publik.

Kelompok massa tergabung dalam Sentral Kajian Strategis Mahasiswa (SKS-M) pun ikut mengkritisi sms ancaman itu dengan kembali turun aksi menyambangi DPP Perindo dan Mabes Polri, Rabu (5/7).

“Kami mendesak Bareskrim untuk segera jemput paksa Ketua Umum Perindo Hary Tanoe karena telah mengkir dalam panggilan perdananya,” tegas Koordinator aksi Chairullah Talaohu, hari ini.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Hayum itu pun mengaku prihatin dengan fenomena ancaman tersebut. Kata dia, belum jadi pejabat negara saja sudah berani intervensi Jaksa, bagaimana kalau sudah jadi pejabat beneran.

“Hebat banget ini pengusaha sudah berani intervensi dan ancaman terhadap pejabat negara yang sedang bertugas. Kami prihatin, jika nafsu Hary Tanoe sebagai Presiden dikabulkan, mau jadi apa negeri ini,” terang dia.

Selain itu, kata dia, dalam SMS yang diduga ada unsur ancaman itu, Hari Tanoe menantang untuk buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar, siapa yang profesional dan siapa yang preman. Kalimat ini secara tidak langsung menuding bahwa pemerintahan Presiden Jokowi saat ini isinya penuh dengan pejabat-pejabat yang tidak profesional dan bermental preman.

“Justru yang memiliki mental preman itu yang kirim SMS dengan maksud untuk mengintervensi penegak hukum yang sedang menjalankan tugasnya. Kalau merasa benar dan tidak bersalah, kenapa harus uring-uringan. Apalagi kabur dari mangkir dari pemeriksaan perdana. Memangnya dia siapa? Mending buktikan saja jangan sok-sokan mau menekan pejabat negara seolah-olah sudah punya power di negara ini,” bebernya.SKS M hayum

Tak hanya itu, Hayum juga menilai HT juga menyampaikan tudingan tak mendasar terhadap pemerintahan Jokowi bahwa penegakan hukum dalam pemerintahan Jokowi saat ini tidak profesional, transaksional, bertindak semena mena demi popularitas, dan penyalahgunaan kekuasaan.

“Hary Tanoe buktikan saja nanti di Pengadilan bahwa pemerintahan Jokowi tidak profesional, transaksional, bertindak semena mena demi popularitas dan penyalahgunaan kekuasaan, dan banyak lagi tudingan-tudingan ancamannya ? HT angkuh haus menjadi pemimpin negeri ini,” sebutnya.

Dia memandang HT nampak sekali berambisi dan nafsunya ingin jadi Presiden Republik Indonesia. Kendati demikian, Hayum mengaku pihaknya bakal menyerukan kepada publik untuk boikot Perindo masuk ke Senayan di 2019.

“Kasihan rakyat kalau mendapatkan pejabat negara seperti ini. Belum apa-apa sudah berani intervensi. Boikot Perindo di 2019,” tandasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top