Kriminal

Aksi Teroris di Momentum Lebaran & HUT Bhayangkara Tuai Kecaman

HUT Polri ke 71

Jakarta – Ucapan selamat HUT Bhayangkara ke 71 kian mengalir deras dan menjadi pusat perhatian publik. Ditengah-tengah momentum ini, Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari 98) pun tak ketinggalan memberikan ucapan selamat kepada korps Bhayangkara agar selalu dicintai oleh masyarakat Indonesia.

“Selamat ulang tahun Polri ke 71, semoga makin jaya, profesional dan makin dicintai serta dekat dengan rakyatnya,” ungkap Ketua Presidium Jari 98 Willy Prakarsa, hari ini.

Lebih lanjut, Willy juga mengaku prihatin dengan fenomena aksi penyerangan atau teror yang sengaja diarahkan ke Polri disaat melakukan pengamanan ramadniya (mudik lebaran). Pihaknya pun mengutuk keras atas kejadian penusukan terhadap dua anggota brimob di Masjid Falatehan, depan Mabes Polri, Jumat malam kemarin dan penyerangan di Mapolda Sumut.HUT Polri ke 71

“Kami mengutuk keras aksi biadab oleh kelompok teroris tersebut. Apalagi, bertepatan menjelang HUT Bhayangkara yang diperingati setiap tanggal 1 Juli,” sebutnya.

Selain itu, dia juga menyesalkan jika pihak yang menyudutkan Polri agar pelaku teroris tidak ditembak mati. Justru, kata Willy, teroris itu harus diberantas habis dan ditembak mati, sebab orang yang menjadi teroris telah dicuci otaknya. Mereka hanya mengganggap dirinya dan kelompoknya paling benar.

“Mereka (teroris) ini semakin nekat. Ring 1 saja berani masuk kok. Jadi teroris jangan disepelekan. Tindakan Polisi sudah benar dan tepat,” ungkapnya.

Dia menilai anggota Komisi III DPR Nasir Djamil yang menyayangkan ditembak matinya pelaku penusukan ke anggota Brimob ini tampaknya tidak tahu ideologi para teroris.

“Hallo pak Nasir, kenapa nggak bapak bilang saja sama para teroris itu. Mereka saja sudah diiming-imingi bidadari di surga kok. Bidadarinya alumni Kalijodo kali,” sebutnya.

Willy melanjutkan, aksi teroris ini justru memberikan pesan menantang Polri. Mereka semakin agresif, nekat melawan secara terbuka fight dengan Polri. Oleh karenanya, ditengah-tengah HUT Polri kejadian ini perlu disikapi untuk memerangi jaringan teroris hingga ke akar-akarnya.

“Polri harus tingkatkan kewaspadaan, kepekaan dan profesionalismenya,” ucapnya.

Lebih jauh, Willy mengingatkan tugas pemerintah dan para pemimpin agama agar memberi pencerahan kepada umatnya masing-masing untuk menjalankan hidup yang baik dan benar tanpa merusak atau merugikan orang lain.

“Mari beri penyadaran kepada masyarakat mulai dari lingkup keluarga agar bisa bersama-sama membangun bangsa dan negara jangan merugikan oramg lain. Di HUT Bhayangkara 71 ini, mari dukung Polri untuk berantas teroris dan paham radikal,” tuturnya.

Hal senada juga diutarakan Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Rudy Heryanto Adinoegroho yang ikut menyesalkan peristiwa penikaman terhadap dua anggota Brimob yang baru selesai shalat. Apalagi berbagai penyerangan itu bertepatan dengan Hari Raya Idulfitri 1438 Hijriah.

“Sungguh sangat disesalkan ada penyerangan oleh kelompok teroris pada Hari Raya Idulfitri, hari yang seharusnya dirayakan dengan penuh kehangatan, kebersamaan, dan persaudaraan, justru dinodai oleh mereka kelompok teroris dengan menyebarkan ketakutan dan teror yang membahayakan,”¬†tandasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top