Kriminal

Demo Desak Hary Tanoe Bertanggung Jawab, Kader Kamerad Dipersekusi Anak Buahnya

Kamerad Dipersekusi kader Perindo

Jakarta – Baru-baru ini, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menuai apresiasi dari berbagai pihak terkait tindakan tegasnya yang menindak anak buahnya yang dinilai gagal dalam menangani kasus persekusi yang terjadi di Sumatera Barat.

Bahkan sekelas Komnas HAM pun ikut apresiasi Kapolri yang tegas, termasuk menindak anggotanya, pimpinan Kepolisian di bawah yang tidak mau memproses atau tidak mau menjalankan tugas penegakkan hukum.

Kali ini insiden dugaan persekusi atau aksi main hakim sendiri itu kembali mencuat disela-sela aksi pembubaran paksa massa aksi Komite Aksi Mahasiswa Pemuda untuk Refomasi dan Demokrasi (KAMERAD) di DPP Perindo.Kamerad Dipersekusi kader Perindo

“Tindakan persekusi saya alami di Pos Satpam DPP Perindo. Tak puas mereka melakukan menganiaya saya yang dilakukan oleh para kader Partai Perindo,” ungkap Koordinator lapangan Kamerad Fajar Ardy Hidayatullah yang menjadi korban dalam keterangannya, hari ini.

Lebih lanjut, Fajar menjelaskan peristiwa itu yang terjadi pada Selasa 20 Juni 2017 sekira pukul 14.30 wib di DPP Perindo. Kata Fajar, ini adalah sebuah peristiwa pelanggaran Hak Azazi Manusia (Ham) dalam hak menyampaikan aspirasi dimuka publik. Disebutkannya, kejadian itu diawali dengan adanya tindakan premanisme dan pembubaran paksa aksi unjuk rasa menuntut pertanggung jawaban Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo atas dugaan pengancaman Jaksa Yulianto yang dilakukannya.

“Pada saat aksi dan terjadi pembubaran paksa dan saya selaku Koordinator lapangan menyaksikan serta merasakan betul kebrutalan yang dilakukan oleh para kader serta simpatisan Partai Perindo,” terang Fajar.

Salah satu bentuk kebrutalan yang menimpa dirinya antara lain penganiayaan dan persekusi yang dilakukan secara bersama-sama dihadapan publik oleh kader-kader Partai Perindo.

Maka itu, kata Fajar, merasa terdzolimi dengan aksi biadab itu, dirinya melaporkan beberapa kader Partai Perindo ke Polsek Menteng Jakarta Pusat. Hal tersebut dia lakukan demi tegaknya supremasi hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia, apalagi Kapolri memberikan perhatian khusus terhadap aksi persekusi ini.

“Bagi kami kader-kader KAMERAD tidak ada kata mundur dalam sebuah perjuangan, karena mundur dalam perjuangan merupakan salah satu bentuk pengkhianatan terhadap bangsa dan Negara tercinta. Stop mempertontonkan budaya bar-bar yang mengedepankan ancaman serta kekerasan. Seperti yang saat ini sedang dilakukan oleh Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo beserta para kader-kadernya,” tuturnya.

“Kami yakin Kapolsek Menteng bisa memberikan keadilan bagi kami terkait tindakan persekusi oleh kader Perindo. Dan rencananya nanti sore jam 15.00 wib, kita akan konferensi pers di Komnas Ham,” tandasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top