Nasional

Diacara Santunan Anak Yatim, Mahasiswa Serukan Stop Penyebaran Ujaran Kebencian

Santunan anak yatim kamerad

Jakarta – Ketua Presidium Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad) Haris Pertama mengatakan momentum ramadhan kali ini pihaknya mengajak semua pihak untuk bersama-sama menghentikan polemik kegaduhan dan dapat menahan diri tidak turut serta dalam menebar ujaran kebencian.

“Kami mengajak seluruh masyarakat dan para tokoh bisa menahan diri tidak membuat kegaduhan dinegeri ini dan tak turut menebar ujaran kebencian,” kata Haris disela-sela acara santunan anak yatim di Tugu Proklamasi Menteng Jakarta Pusat hari ini.

Sebab, dia mensinyalir ada kelompok yang mencoba mengusik pemerintahan dan sengaja memecah belah kebhinnekaan.

“Saya ajak semua untuk menghentikan semua ini. Hentikan semua ini. Satukan bangsa ini supaya bangkit, jaya. Dari pada menghujat lebih baik kita memperhatikan anak-anak yatim,” beber Haris.Santunan anak yatim kamerad

Dikatakan dia, jika merasa beragama sudah seharusnya memperhatikan dan membela anak yatim seperti halnya membela agama sendiri. Manfaatkan bulan ramadhan ini dengan penuh amal dan kebaikan.

“Gak perlu sweeping-sweeping, sudah ada Polisi yang bertugas jangan ambil alih tugas Polisi. Daripada sweeping mending bela anak yatim, dengan sendirinya membela agama,” sebutnya.

Masih kata Haris, Islam mengajarkan hidup toleransi dan tolong menolong. Indonesia tumbuh dengan segala nilai-nilai keberagaman. Namun, nilai-nilai tersebut kini tengah mendapatkan tantangan besar. Ruang kebebasan, seperti media sosial, yang seharusnya dapat digunakan untuk menyuarakan keberagaman, justru disalahgunakan oleh segelintir oknum. Kini, banyak ujaran kebencian yang justru menyebar di media sosial.

“Perbuatan saling menebar kebencian menjadi tradisi sumpah serapah, saling fitnah terjadi disertai amarah (terhadap) ideologi bahkan kitab suci ditafsirkan menjadi sangat lokalistik dan disesuaikan dengan kepentingan pribadi atau kelompok,” kata dia.

Oleh karenanya, dia menilai penting ada penanaman pemahaman nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi faham yang terus ditanamkan kepada seluruh masyarakat guna mencegah munculnya ujaran kebencian yang makin berseliweran.

Acara ini santunan ribuan anak yatim ini didukung atas kerjasama dengan institusi Kepolisian, Bank BTN, Artha Graha, Bukopin, Jasindo, Bank DKI, dan Telesindo.

“Kita para mahasiswa dan aktivis mengajak seluruh institusi untuk berbuat baik. Kita juga ingin mengajak semua pihak memperhatikan masyarakat yang belum tersentuh. Besok kita akan bagi-bagi takjil,” tandasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top