Opini

Teka-Teki Pentolan 313 Menginap di Hotel Mewah Kempinski, Bertemu Siapa ?

Al Khaththath 2

Jakarta – Salah satu otak aksi bertajuk 313 yakni Sekjen Forum Umat Islam (FUI), Muhammad Al Khaththath Kamis (30/3) yang bermalam di Hotel Kempinski, depan Bundaran HI, Jakarta Pusat, tepatnya di kamar 123 menjadi teka-teki bersama.

Alasannya kenapa, ulama ini bisa menginap kamar 123 yang masuk dalam kategori Kamar tipe Grand Deluxe. Jika melihat dari situs jual beli tiket hotel, Kamar Grand Deluxe berada di kisaran harga Rp 4 jutaan per malam.

Ini adalah fasilitas penginapan yang sangat fantastis untuk sebuah Aksi umat yang katanya menuntut keadilan untuk pencopotan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang sampai saat ini kasusnya dugaan penodaan agamanya masih berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Jika ditelusuri apakah sebelumnya ada pertemuan dengan tamu kah, pendukung logistik kah ? Atau dengan tokoh-tokoh lain sebelum digelarnya aksi 313, pembaca bisa simpulkan teka-teki tersebut ?

Hotel KempinskiSecara kebetulan atau tidak, Polisi dihari yang sama itu juga mengagendakan pemeriksaan terhadap Sandiaga Uno, dan Tommy Soeharto terkait kasus makar. Penyidik Subdit Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan terhadap Tommy Soeharto, hari ini, Jumat (31/3/2017).

Putra Presiden ke-2 RI itu akan diperiksa sebagai saksi untuk dugaan makar Firza Husein.

“Kami memanggil Tommy Soeharto. Sebagai saksi kasus pemufakatan makar tersangka Firza,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dihubungi, Jumat (31/3/2017).

Argo enggan menjelaskan pertanyaan yang akan diajukan ke Tommy. Ia hanya memastikan penyidik sudah menjadwalkan pemeriksaan pukul 11.00 WIB.

“Tunggu saja,” kata Argo.

Namun, dalam pemanggilan pertama itu, Tommy mangkir lantaran belum menerima surat pemanggilan itu dari Polisi. Hal itu dikemukakan Pengacara Tommy Soeharto, Erwin Kallo.

“Kami tidak menerima surat dari polisi. Kami juga tidak dihubungi beliau (Tommy). Normalnya kan kalau beliau nerima pasti menghubungi kami sebagai pengacara,” kata Erwin.

Firza merupakan salah satu tersangka kasus dugaan pemufakatan makar. Dia ditangkap bersama 10 tokoh lainnya menjelang aksi 2 Desember 2016 lalu. (Baca: Saat Ibu-ibu Berebut Swafoto dengan Tommy Soeharto)

Polisi tidak menahan Firza, namun belakangan menahannya di Mako Brimob Kelapa Dua lantaran dianggap tidak kooperatif.

Firza yang mengaku sebagai Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana itu diyakini sebagai pengumpul dana untuk pemufakatan makar.

Firza ini juga adalah selingkuhan Rizieq Shihab, yang juga terkait kasus chat wa yang juga masih dalam penyidikan polisi.

Dari rentetan peristiwa itu, mungkin pembaca bisa simpulkan puzzle yang terurai tersebut.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top