Opini

Wajah Bocah, Sebuah Pandangan Miris Di Arena Aksi Demonstrasi 313

bocah kecil 313

Jakarta – Aksi 313 yang diinisiasi Forum Umat Islam (FUI) yang bertitik kumpul di Masjid Istiqlal dan long march ke Istana Negara ditemukan fenomena anak-anak dibawah umur yang diikut sertakan dalam aksi demonstrasi tersebut pada Jumat (31/3).

Ditemukan lumayan cukup banyak anak-anak kecil itu dilibatkan dan berada diarena aksi demonstrasi tersebut.

Dan cukup mengagetkan bocah-bocah itu turut berjemur diterik matahari satunya digandeng oleh orang tuanya, satunya lagi digendong diatas pundak orang tuanya dengan tempelan kertas dibelakang bajunya bertuliskan “313, Kami Kebal Peluru”.

bocah kecil 313Sebenarnya fenomena pelibatan bocah ingusan dalam aksi demonstrasi kali ini tidak hanya terjadi kali ini saja melainkan sudah kesekian kalinya dalam aksi-aksi besar.

Bahkan, menjadi perhatian sendiri oleh berbagai pihak di arena demostrasi, termasuk awak media baik cetak maupun elektronik.

Padahal, peritiwa yang sudah terjadi seperti melibatkan anak-anak dalam kancah politik maupun demonstrasi serta kegiatan lainnya itu bisa dapat mengganggu kejiwaan anak-anak, dan ini harusnya tidak boleh lagi terjadi.

Melibatkan anak-anak dalam kaitan aksi demonstrasi tersebut, jelas tidak boleh dan juga telah melanggar hak anak. UU tentang perlindungan anak nomor 23 tahun 2002, sudah jelas. UU tersebut menyebutkan, anak-anak tidak boleh dilibatkan untuk kepentingan politik. Sebab, itu menyangkut masalah kesehatannya, anak-anak itu kehilangan waktu belajarnya. Pokoknya, ada 12 hak anak dalam UU tersebut yang harus dilindungi.

Dan paling dikhawatirkan adalah jika terjadi chaos antara pendemo dengan aparat keamanan, justru akan berpengaruh kepada psikologi anak-anak itu sendiri yang bisa menimbulkan traumatika dalam diri anak-anak.

KPAI Desak Hentikan Pelibatan Anak dalam Arena Kegiatan Demo & Politik

Bocah kecil di aksi 313Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Asrorun Niam Sholeh mendesak penghentian anak yang dilibatkan dalam kegiatan politik. Pasalnya, tindakan tersebut termasuk dalam kategori penyalahgunaan kegiatan berpolitik.

“Kampanye pilkada serentak telah dimulai. KPAI mengingatkan agar tidak menyalahgunakan anak untuk kegiatan politik,” kata dia.

Ia meminta para kontestan dan penyelenggara pilkada untuk menjamin pemenuhan hak anak sekaligus melindungi anak dari penyalahgunaan kegiatan politik.

Anak, kata dia, memiliki hak untuk memperoleh pendidikan politik yang bermartabat, karena salah satu prinsip dasar perlindungan anak adalah mendengar dan menghargai pendapat anak. Meski demikian, kegiatan penyalahgunaan anak untuk politik merupakan hal yang keliru.

Pasal 15 Undang-Undang Perlindungan Anak, kata dia, mengatur setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari penyalahgunaan dalam kegiatan politik.

“Saatnya kampanye dan aktifitas politik partai jadi ajang pendidikan politik yang baik bagi masyarakat, termasuk bagi anak-anak Indonesia. Berikan teladan yang baik dengan adu program yang menegaskan pemihakan terhadap kepentingan terbaik bagi anak serta tidak mengeluarkan umpatan-umpatan dan menunjukkan permusuhan yang jauh dari keteladanan bagi anak,” kata dia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top