Nasional

FPI Diminta Interopeksi & Mereorganisasi

fpi brutal

Kalimantan – Laskar Kebangkitan Kutai (LKK) angkat suara perihal permasalahan anti kebhinekaan, intoleransi dan unpluralisme yang terjadi di Indonesia khususnya di benua etam Kalimantan Timur.

LKK Kalimantan Timur, sebagai sebuah organisasi kemasyarakatan yang berbasis kearifan lokal dengan berazaskan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 dengan menjunjung tinggi semboyan Bhinneka Tunggal Ika, memiliki visi menciptakan masyarakat Kalimantan Timur yang adil, makmur dan sejahtera melalui misi mengangkat harkat dan martabat masyarakat Kutai. Yang dimaksud dengan masyarakat Kutai adalah manusia yang beranak pinak, tinggal dan menetap, bekerja dan yang berdedikasi membangun Kalimantan Timur.

LKK berkeyakinan daerah yang kuat akan menciptakan Indonesia yang jaya, karena pada dasarnya Negara Kesatuan Republik Indonesia ini berpondasikan kearifan lokal yang memiliki semangat pluralisme, toleransi dan jiwa gotong royong ditengah kemajemukan suku, agama, ras, adat istiadat dan bahasa.

Atas dasar azas dan landasan yuridis organisasi LKK, yang berkesesuaian dengan aturan perundangan di NKRI maka demi menyikapi friksi-friksi yang menjurus kearah konflik horisontal dan bisa memporak-porandakan keutuhan berbangsa dan bernegara, maka dengan tegas LKK mengambil sikap bahwa Indonesia adalah negara kesatuan yang berazaskan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.

“Bahwa setiap manusia, siapapun dan kelompok apapun yang telah melanggar dan menentang azas dan dasar-dasar negara serta nilai-nilai berbangsa dan bernegara dengan melakukan sesuatu hal yang melanggar hukum maka seketika itu juga supremasi hukum harus ditegakkan, karena hukum adalah panglima di NKRI,” ungkap pimpinan LKK Adji Pangeran Haryo Yudho Putro hari ini.

Dikatakan dia, setiap manusia di NKRI memiliki hak dan kewajiban sesuai dengan peraturan perundangan, hak menyampaikan pendapat, hak berkumpul dan hak berkeyakinan serta hak-hak universal lainnya diakui dan dilindungi oleh negara, namun ada batasan yang sangat jelas dalam menyalurkan hak-hak tersebut, ketika batasan tersebut dilanggar maka hukum harus ditegakkan.

FPISementara itu, lanjut dia, menyikapi ormas Front Pembela Islam (FPI) yang menimbulkan pro dan kontra terhadap gerakan yang dilakukannya, maka LKK menegaskan meminta kepada FPI sebagai sesama ormas yang memiliki ribuan anggota, untuk dapat introspeksi dan mereorganisasi sesuai dengan AD/ART organisasi karena FPI memiliki azas yang jelas berkesesuaian dengan azas Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kami menyadari sangat sulit memonitor gerakan-gerakan personal yang diluar dari garis komando organisasi sehingga bisa menimbulkan antipati sebagian masyarakat, buatlah FPI dicintai bangsa Indonesia dan mengedepankan hukum dalam setiap geraknya,” bebernya.

Terhadap kelompok-kelompok di luar organisasi FPI, kata Adji, baik pro dan kontra terhadap kehadirannya tersebut agar menyalurkan aspirasinya sesuai peraturan perundangan, bila kelompok-kelompok yang pro dan kontra tersebut melakukan gerakan-gerakan yang dapat menimbulkan dampak negatif dan memicu konflik horisontal apalagi secara nyata melakukan provokasi dan tindakan anarkis serta bertentangan dengan hukum.

“Kami LKK akan dengan tegas menyatakan sikap yakni siap berhadapan dengan kelompok-kelompok tersebut demi keutuhan NKRI secara umum dan khususnya menjaga kondusifitas Benua Etam Kalimantan Timur,” sebutnya.

Maka itu, kata Adjie, LKK meminta kepada Kepolisian Republik Indonesia khususnya Polda Kalimantan Timur untuk secepatnya melakukan langkah-langkah persuasif bila perlu preventif terhadap personal-personal dan atau kelompok-kelompok termasuk FPI serta kelompok-kelompok yang pro dan kontra terhadap kehadiran FPI yang diindikasikan dapat mengganggu kondusifitas, keamanan dan ketertiban, jangan sampai ada kesan bahwa kepolisian melakukan Pembiaran terhadap gejolak yang berkembang sekarang ini sehingga berefek kepada ketidakpercayaan sebagian rakyat terhadap polisi dan pemerintah.

“Kami meminta kepada FPI, kelompok-kelompok yang pro dan kontra terhadap kehadiran FPI khususnya di Kalimantan Timur untuk bersikap tenang, jangan melakukan gerakan-gerakan yang akan menyulut ketidakharmonisan karena saat ini Kalimantan Timur sangatlah kondusif, sampaikan aspirasi secara baik melalui diskusi serta musyawarah mufakat , dan marilah kita bersama-sama menjaga Kalimantan Timur dari kelompok-kelompok yang anti kebhinekaan, anti pluralisme dan intoleransi,” tandasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top