Hukum

Direktur PT. Panca Duta Prakarsa Diduga Suap Pejabat PT Milik BUMN

Bungkusan Kantong Yang diduga Uang Suap Buat Pejabat PT Milik BUMN

Bungkusan Kantong Yang diduga Uang Suap Buat Pejabat PT Milik BUMN

Bungkusan Kantong Yang diduga Uang Suap Buat Pejabat PT Milik BUMN

 

beritaasatu, Jakarta – Kelompok mahasiswa yang terhimpun dalam Barisan Mahasiswa Muda Indonesia (BIMA Indonesia), berencana jumat 17 juni 2016, akan mendesak Komisi Pemberantasam Korupsi (KPK), agar segera memeriksa pejabat PT. Wijaya Karya dan Direktur PT. Panca Duta Prakarsa, terkait kasus dugaan suap pembangunan pelabuan dermaga luwuk banggai dan Tanjung Priok.

Direktur PT. Wijaya Karya dan PT. Panca Duta Prakarsa ini akan dilaporkan oleh belasan mahasiswa ke KPK, meraka menduga sejumlah pejabat PT. Wijaya Karya mendapat suap yang diberikan oleh PT. Panca Duta Prakarsa guna memuluskan sejumlah pembangunan proyek dengan sistem kerjasama yang sedang di kerjakan dua koorporasi tersebut.

Koordinator BIMA Indonesai Yusuf Aryadi mengatakan, ada laporan dari masyarakat kepada kami bahwa tanggal 20 mei dan 13 Juni 2016 ada suap yang dilakukan oleh PT. Panca Duta Prakarsa kepada sejumlah pejabat PT. Wijaya Karya di kantor WIKA Cawang, tujuanya guna memuluskan beberapa proyek, sedangkan suap yang dilakukan pada hari itu adalah Fee atas pembangunan dermaga luwuk banggai dan tanjung priok.

“Kami akan menindak lanjuti laporan masyarakat mengenai dugaan suap yang dilakukan PT. Panca Duta Prakarsa kepada pejabat PT Wijaya Karya,” ujar Yusuf kepada wartawan dijakarta, Kamis (16/06).

Lanjut Yusuf, BIMA Indonesia akan minta KPK untuk turun tangan menelusuri dugaan awal ini, kita akan siapkan data-data awal untuk KPK. Sebelumnya, BIMA Imdonesia telah menggelar aksi di depan gedung PT. WIKA, dalam orasinya meraka meminta agar BUMN jangan bermain curang, selain itu mereka juga mendesak agar pemerintah mencabut izin PT. Panca Duta Prakarsa karena terindikasi kuat sebagai pihak koorporation penyuap.

“Besok kita akan menggelar aksi kembali dengan tuntutan yang sama tapi kita akan buat aduan ke KPK, agar KPK ada kerjaan” ucapnya

Dia berharap agar KPK segera menindak lanjuti laporannya nanti.

“Kita nanti tentu berharap agar KPK menindak lanjuti laporan kami dan kami akan terus mengawal agar kasus ini terungkap dengan se adil-adilnya demi rakyat indonesia,” tukasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top