Hukum

Jurus Intimidasi Bekukan Anggaran KPK & Polri, DPR Ibarat Anak TK Mrengek Minta Permen ke Orang Tuanya

Tito dan Agus Rahardjo

Jakarta – Presidium Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Relawan NKRI Frans Freddy menilai wacana menyandera pembahasan (pembekuan) anggaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri untuk tahun 2018 oleh DPR adalah sikap yang arogan dan kekanak-kanakan.

Menurutnya, sikap DPR yang seperti itu merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanat reformasi dalam hal pemberantasan korupsi.

“DPR semakin nyata mempertunjukkan wajah aslinya yang arogan. Benar memang kata Gus Dur, DPR lambat laun menunjukkan sikap kekanak-kanakan,” ungkap Frans, hari ini.Tito dan Agus Rahardjo

Menurut Frans, seharusnya DPR bisa menjadi aktor utama dalam pemberantasan korupsi namun kemudian gagal, karena masih menjadi lembaga yang dipersepsikan terkorup. Bahkan langkah hak angket ini sendiri adalah bagian dari bentuk penyalahgunaan wewenang.

Masih kata Frans, sikap mengancam tersebut sangat tidak layak ditunjukkan para wakil rakyat.

“Seperti anak TK yang merengek minta dibeliin permen dan mengancam orang tuanya jika tak memenuhi permintaan mereka,” jelasnya.

Dikatakan Frans, DPR tak memiliki wewenang untuk mengeksekusi pencairan pembiayaan operasional kementerian dan lembaga yang sebelumnya sudah disetujui. DPR hanya memiliki kewenangan untuk membahas dan menyetujui APBN.

“DPR harusnya lebih arif dan bijak dalam bersikap ke depan. Seharusnya, pernyataan KPK-Polri soal Miryam dijadikan bahan masukan oleh Pansus Angket KPK,” sebutnya.

Lebih jauh, Frans menegaskan dalam mengambil kebijakan, DPR tak bisa semata-mata mempertimbangkan kepentingan internal mereka. Kebijakan yang diambil DPR harus mencerminkan beragam aspirasi yang muncul di tengah masyarakat.

“Oleh karena itu, tidak tepat jika DPR merespons sikap KPK dan Polri dengan melancarkan jurus intimidasi atau ancaman,” ucapnya.

“Jika anggaran diboikot, artinya DPR justru melecehkan rakyat yang mereka wakili dengan membiarkan Polri dan KPK tidak bekerja maksimal karena ketiadaan anggaran,” tandasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

To Top