Hukum

Aktivis 98 Kagumi Tangan Dingin Karutan Juno yang Sulap Rutan Bak Pesantren

Rutan warga binaan 2

Tangerang – Aktivis 98 tergabung dalam Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari 98) memberikan perhatian lebih saat melakukan kunjungannya ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Jambe Tigaraksa Kabupaten Tangerang Banten.

Ketua Presidium Jari 98 Willy Prakarsa bersama rombongannya melihat secara kasat mata fenomena rutan yang katanya angker dan seram, namun pemandangan itu sirna saat dirinya melihat fakta yang terjadi di rutan Jambe Tigaraksa yang sebenarnya. Willy pun mengaku kagum dengan sistem pembinaan yang dilakukan oleh Kepala Pembina Rutan Jambe Juno.

“Jika melihat fenomena yang terjadi disini, publik bahkan Menkumham RI Yasonna Laoly layak bangga dan mengapresiasi kerja nyata Karutan Tigaraksa Juno yang bisa menyulap suasa rutan yang tidak menakutkan lagi,” ucap Willy saat acara buka puasa bersama dengan Karutan Tigaraksa Juno, hari ini.Rutan warga binaan 2

Lebih lanjut, Willy masih mengaku heran dengan melihat fenomena para napi yang antusias memanfaatkan momentum ramadhan kali ini, seperti suasana pesantren, mereka khusyuk mengaji di Masjid yang di isi tausiyah-tausiyah.

Menurut dia, hal itu tidak lepas dari polesan maupun tangan dingin pemimpin Rutannya yang bisa mengubah anak buahnya makin humanis dengan telaten membina para tahanan. “Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Juno, Pak Eksa, Pak Slamet Sriyono. Pak Yasonna pasti bangga memiliki anak buah yang mempunyai kemampuan luar biasa ini,” tuturnya.

Willy pun berharap kerja keras Karutan Juno bisa dipertahankan dan bisa diaktualisasikan oleh jajarannya. “Kerja nyata Karutan Juno pantas menjadi panutan Karutan-Karutan lainnya,” ucapnya.

Sebab, kata Willy, Juno bisa mengubah paradigma rutan/lapas yang selama ini terkesan menyeramkan dapat menemukan wujud sejatinya dalam membina dan bukan menghukum para narapidana. Kebijakan yang bersifat kekerasan baik fisik maupun kekerasan mental itu bukan karakter asasi bangsa ini.

“Itu sudah bisa ditinggalkan. Justru perilaku bar-bar rutan/lapas bagi narapidana menjadi ancaman bagi kehidupan dan bernegara. Terlebih para napi adalah generasi muda usia produktif yang berpotensi mengisi pembangunan negeri ini,” sebutnya.

Lebih jauh, Willy menyampaikan rasa simpati dan optimisnya saat menyaksikan para warga binaan dan sipir serta kepala rutan secara gembira melakukan aktivitas menyambut buka puasa bersama. Suasana buka puasa bersama ini dirasakannya sangat kental rasa kekeluargaan. Tidak ada perasaan khawatir berada dalam lingkungan para napi.

“Makan bersama lesehan, shalat berjamaah dan juga saling menyampaikan harapan-harapan. Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih kepada kepala rutan Juno yang layak diberikan penghargaan atas prestasi mengelola rutan menjadi keluarga besar antara sipir, kepala rutan dan warga binaan,” tandasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

To Top