Nasional

Keprihatinan Kontras atas Pilihan Tindakan Presiden Terpilih Jokowi

SBY dan HendropriyonoJakarta, beritaasatu.com – Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) merasa prihatin dengan pilihan-pilihan tindakan Joko Widodo paska ketetapan KPU sebagai Presiden terpilih 2014-2019.

Keprihatinan pertama yang disebutkan, pertama soal penunjukan Hendropriyono sebagai penasehat Tim Transisi Joko Widodo.

“Joko Widodo sepatutnya paham dengan sejumlah kejahatan kemanusiaan di Indonesia dimana salah kasusnya adalah Talangsari 1989 atau pelakunya adlh Hendropriyono. Alias patut dimintakan pertanggung jawabannya. Demikian pula dengan kasus pembunuhan Munir yang dilakukan oleh agen BIN saat masa Hendropriyono,” kata Koordinator Kontras Haris Azhar, di Jakarta, Minggu (10/8).

Menurut dia, sepatutnya Joko Widodo menyusun agenda transisi salah satunya soal penanganan keadilan bagi korban-korban pelanggaran HAM bukan bersiasat kuasa dengan pelaku pelanggar HAM.

Keprihatinan yang kedua, lanjut Haris, pihaknya mempertanyakan apa agenda transisi antara SBY dengan Joko Widodo.

“Apa yang dijadkan agenda transisi? Apa ukuran dan cara penyusunan prioritasnya? Kenapa RPJM dijadikan rujukan? Lalu apa pentingnya Hendro ada dalam tim tersebut,” tanya dia

Lebih lanjut Haris menegaskan agenda kerja antara Presiden SBY dengan pihak Joko Widodo dirinya menduga hanya upaya perluasan kuasa baik dari pihak Joko Widodo maupun SBY. Jokowi butuh kekuatan lebih dari SBY untuk menghadapi oposisi dan SBY sendiri melihat peluang masuk dalam pemerntahan dari Jokowi.

“Hendropriyono saya duga sebagai penghubung komunikasi antara Jokowi dan SBY. Pantas saja kasus Munir dan Talangsari tidak progress,” pungkasnya. (Didit)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top