Politik

Santer Reshuffle Jilid II, Jokowi Jangan Ditekan-Tekan Malah Gak Jadi

Anggota DPR RI FPDIP Masinton Pasaribu

Beritaasatu – Isu reshuffle atau perombakan kabinet kerja jilid II yang diprediksi akan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo makin santer di hembuskan. Berbagai kalangan pun ikut menyoroti isu tersebut.

Politisi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu justru menilai reshuffle kabinet merupakan kewenangan Presiden Jokowi dan ia mengingatkan semua pihak untuk tidak menekan-nekan Jokowi untuk melakukan perombakan. Kata dia, jika semakin ditekan justru malah tidak dilakukan.

Anggota DPR RI FPDIP Masinton Pasaribu

Anggota DPR RI FPDIP Masinton Pasaribu

“Kalau saya Presidennya, pasti saya tahu mana yang harus diganti. Itu kewenangan Presiden. Sesuai dengan style Presiden, ini tidak boleh ditekan-tekan, tidak boleh gaduh, nanti malah tidak jadi,” ungkap Masinton, Jumat (15/4/2016).

Mantan Ketua Umum Repdem ini mengakui bahwa wacana reshuffle tersebut bergulir sejak rekomendasi Pansus Pelindo II muncul. Kala itu, kata dia, yang diminta untuk segera diganti adalah Menteri BUMN Rini Soemarno.

“Dan sampai sekarang muncul lagi wacana reshuffle tersebut,” kata Masinton.

Sementara itu, lanjut dia, didalam kabinet kerja Jokowi-JK, para Menterinya dinilai masih belum bekerja untuk Nawacita dan masih belum kompak. Sebab, Masinton melihat Menterinya ada yang menggunakan posisi dan jabatannya untuk kepentingan rakyat, ada pula yang menggunakan jabatannya untuk kepentingan bisnis.

“Seperti contoh masalah Blok Masela, itu jelas sekali. Begitupun juga dengan proyek kereta cepat,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top