Nasional

Rencana Komisi I Dorong TNI Jadi Garda Depan Perangi Teroris & Narkoba Bertentangan Konstitusi

Ketua Setara Institute Hendardi

Beritaasatu – Setara Institute menilai rencana Komisi I DPR mendorong Tentara Nasional Indonesia (TNI) berada di garda depan dalam memerangi terorisme dan narkoba adalah kehendak yang keluar dari nalar konstitusional.

“Rencana tersebut bertentangan dengan Konstitusi RI yang telah menggariskan peran TNI dan Polri secara limitatif,” tegas Ketua Setara Institute Hendardi, Jumat (11/3/2016).

HendardiLebih lanjut, Hendardi mengungkapkan rencana itu juga muncul dari asumsi masa lalu bahwa TNI lebih supreme dari Polri yang mampu menangani segala hal akibat politik Dwifungsi ABRI yang ditolak oleh reformasi.

“Jika hendak melibatkan TNI dalam operasi militer selain perang, DPR seharusnya segera menyusun UU Perbantuan Militer yang sudah diamanatkan oleh UU TNI dan lebih dari 10 tahun tidak juga dibahas DPR,” beber Hendardi.

Tanpa batasan yang jelas, tambah Hendardi, pelibatan TNI hanya akan menimbulkan masalah baru. “Ini kekenesan dan romantisme masa lalu. Gagasan Komisi I harus ditolak karena inkonstitusional dan membahayakan penegakan hukum,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top