Kriminal

Bareskrim Tetapkan Adik BW Tersangka Korupsi Pengadaan Mobile Crane Pelindo II

Gedung Bareskrim Mabes Polri

Gedung Bareskrim Mabes Polri

Gedung Bareskrim Mabes Polri

Beritaasatu – Penyidik Bareskrim Polri resmi menetapkan Direktur PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia anak perusahaan Pelindo II, Haryadi Bambang Kuncoro (HBK) yang juga adik kandung mantan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto (BW) sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan Mobile Crane.

Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Agung Setya mengatakan, dari hasil gelar perkara hari ini, penyidik telah menemukan lebih dari dua alat bukti yang membuktikan ada perbuatan melawan hukum oleh HBK.

“Penyidik telah menemukan lebih dari dua alat bukti yang membuktikan bahwa perbuatan melawan hukum HBK telah nyata, sehingga kita tetapkan sebagai tersangka,” kata Agung di Bareskrim Polri, Selasa (8/03/2016).

Agung mengatakan, HBK saat itu menjabat Manager Senior Peralatan Pelindo II.

Sebelumnyan, Bareskrim telah menerima hasil audit investigatif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait dugaan korupsi Mobile Crane di PT Pelabuhan Indonesia II. Total kerugian negara atas pengadaan 10 Mobile Crane sebesar Rp37.970.277.778.

Dalam kasus ini, penyidik Subdit Tindak Pidana Pencucian Uang/ Monel Loundering telah menetapkan Direktur Teknik Pelindo II, Ferialdy Noerlan (FN).

Kasus ini bergulir setelah penyidik Bareskrim menemukan 10 Mobile Crane mangkrak di Pelanuhan Tanjung Priok, Jakarta. Seharusnya, alat-alat itu dikirim ke delapan pelabuhan berbeda di Indonesia.

Setelah diselidiki, diduga delapan pelabuhan tersebut tidak membutuhkan alat-alat tersebut. Karena itu, penyidik menduga ada motif korupsi di balik proyek pengadaan Mobile Crane itu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top