Ekonomi

PRD: UUD 45 Kehilangan Roh Aslinya, Jokowi-JK Harus Laksanakan Pasal 33

Diskusi Festival Belokkiri.Fest, Narsum Wasekjend PRD Rudi Hartono di LBH Jakarta, Minggu (6/3/2016).

Diskusi Festival Belokkiri.Fest, Narsum Wasekjend PRD Rudi Hartono di LBH Jakarta, Minggu (6/3/2016).

Diskusi Festival Belokkiri.Fest, Narsum Wasekjend PRD Rudi Hartono di LBH Jakarta, Minggu (6/3/2016).

Beritaasatu – Partai Rakyat Demokratik (PRD) menyebut Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 45) telah kehilangan roh aslinya yang telah dibacakan pada tahun 1945. PRD pun menyatakan dukungannya agar kembali pada rohnya yakni kembali pada UUD 45 yang asli dan anti liberalisme dan kolonialisme.

“PRD secara konsisten mengajak rakyat menolak agenda liberalisasi dengan kampanyekan pasal 33. Adanya liberalisasi tenaga kerja menunjukkan fenomena neoliberalisme. Jokowi-JK harus laksanakan pasal 33,” tegasnya Wakil Sekjend PRD, Rudi Hartono saat diskusi bertema “Soekarnois, Trisakti, dan Sosialisme Indonesia” di LBH Jakarta, Minggu (6/3/2016).

Lebih lanjut, Rudi mengungkapkan PRD sejak tahun 2006 fokus pada isu liberalisme dan kapitalisme karena dinilai tidak membawa kesejahteraan rakyat.

“Sekarang ini lebih percaya pada pasar daripada intervensi efektif yang dilakukan negara,” ujarnya.

Dikatakan Rudi, UUD 45 saat ini adalah UU transisional yang artinya separuh kapitalisme dan liberalisme. Harusnya, kata dia, UU ini dibuat untuk memastikan Indonesia menuju sosialisme Indonesia seperti yang pernah diucapkan Soekarno sebagai jembatan emas.

“Bung Karno adalah nasionalis sosialis kiri. Indonesia pun merupakan sosialis kiri yang berorientasi mencitptakan masyarakat adil dan makmur dan berkeadilan sosial,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top