Politik

Rutin Kunjungi Papua, Presiden Jokowi Dianggap Belum Mampu Selesaikan Konflik

Jubir Jokowi, Johan Budi SP

Beritaasatu – Masih banyaknya tragedi kemanusiaan di Papua menunjukkan bahwa dari masa ke masa dari Presiden yang silih berganti masih saja belum menunjukkan perubahan yang signifikan untuk mengatasi konflik. Alhasil pendekatan secara militer yakni strategi pertahanan dan keamanan dalam penyelesaian masalah Papua itu pun masih saja terus terjadi.

“Penetrasi militer tetap terjadi. Sepanjang pendekatan ini tidak diubah, konflik tetap terjadi,” tegas Komisioner Komisi Nasional untuk Hak Asasi Manusia (Komnas Ham) Natalius Pigai saat diskusi bertema “Jokowi, Kenapa (tak) Urus HAM Papua” di Komnas Ham, Jumat (4/3/2016).

Jubir Jokowi, Johan Budi SP

Jubir Jokowi, Johan Budi SP

Lebih lanjut, Natalius pun menuding institusi negara seperti TNI dan Polri berada dibalik sejumlah konflik yang terjadi di Papua, sehingga ia mengaku pesimis dalam penyelesaian kasus pelanggaran HAM tersebut.

“Peristiwa demi peristiwa yang terjadi pelanggaran HAM di Papua dilakukan oleh negara baik yang terstruktur, masif, dan sistematis,” tuturnya.

Natalius mencontohkan tragedi penembakan aparat terhadap masyarakat di Paniai yang terjadi pada akhir 2014. Natalius menduga, TNI dan Polri ketakutan jika kasus tersebut diungkap secara terbuka.

“Kasus Paniai itu negara yang melakukan, institusi TNI-Polri. Dilakukan oleh negara dan negara menutupi peristiwa Paniai,” jelasnya.

“Komnas HAM seperti tidak ada jalan,” terang dia.

Sebab itu, lanjut Natalius, Komnas Ham berharap Presiden Joko Widodo untuk lebih serius menyelesaikan masalah HAM di tanah Papua. Ia pun menilai selama satu tahun lebih kepemimpinannya, Jokowi masih dianggap abai terhadap berbagai masalah HAM yang terjadi di tanah Papua.

“Kendati tokoh nomor satu Indonesia ini paling tidak dalam satu tahun belakangan telah beberapa kali mengunjungi tanah Papua, namun kehadirannya hanya sebatas mengurusi infrastruktur pembangunan,” pungkas dia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top