Nasional

Demonstran Dorong Jaksa Agung Selesaikan Proses Hukum Novel Tanpa Embel-Embel

Korban Novel ditembak kakinya
  • Korban Novel ditembak kakinya
  • Korban Novel
  • Korban Novel ditembak kakinya
  • Korban Novel

JAKARTA – Tiada henti-hentinya, dorongan publik maupun yudikatif pun ikut kompak menolak deponering terhadap kasus eks pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad, Bambang Widjojanto dan penyidik KPK Novel Baswedan.

Korban Novel ditembak kakinyaKali ini, dorongan dari ratusan mahasiswa tergabung dalam Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Hukum yang menjadi agen of change ikut tergugah mendesak Jaksa Agung HM. Prasetyo untuk tidak memberikan Deponering terhadap ketiga orang tersebut.

“Mereka bukan pahlawan, maupun malaikat. Jadi jangan istimewakan mereka dengan keistimewaan imunitas, sehingga mereka kebal hukum,” tegas Koordinator aksi Andrei saat berorasi didepan Kejagung RI, Jakarta, Selasa (16/2/2016).

Korban NovelLebih lanjut, Andrei menyebut BW, AS, dan Novel dinilai takut menghadapi peradilan, sehingga mengharapkan kasusnya dibekukan. Kata dia, jika Presiden Jokowi membekukan perkara deponering kasus BW, AS, dan Novel maka Jokowi bukan hanya melecehkan penegakan hukum, tapi juga menimbulkan kegaduhan politik yang berdampak buruk pada perkembangan ekonomi nasional sehingga institusi penegak hukum dipandang lemah oleh masyarakat.

“Wacana yang mesti kita kedepankan saat ini adalah penegakan hukum yang mestinya didukung sepenuhnya oleh Presiden dan institusi hukum, sehingga masyarakat dapat menilai hukum sudah tegak di NKRI. Jaksa Agung jangan tebang pilih, dan bersikap otoriter dalam kasus ini,” tuturnya.

Sementara itu, hadir juga tiga korban Novel Baswedan yang ikut berorasi dengan menceritakan kekejaman Novel saat ditangkap dalam kasus pencurian sarang burung Walet, di Bengkulu, tahun 2004 silam.

Dihadapan publik, korban Novel Irwansyah Siregar (40) mendesak agar Kejagung melanjutkan proses hukum dan agar disamaratakan tidak diistimewakan tanpa embel-embel.

“Kami minta Jaksa Agung melanjutkan proses hukum Novel Baswedan, dan minta keadilan atas tindakan penyiksaan secara biadab yang mengakibatkan cacat seumur hidup,” ungkap Irwansyah sambil meneteskan air mata dengan memperlihatkan bekas tembakan Novel di kakinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top