Kriminal

Soal Perpanjangan Penahanan Ongen, Yusril akan Lakukan Perlawanan ke Pengadilan Tinggi

Pengamat Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra

Beritaasatu – Pengacara Yulianus Paonganan alias Ongen, Yusril Ihza Mahendra meminta pihak Kepolisian untuk menangguhkan penahanan kliennya setelah melewati waktu 60 hari dan berkas perkara dikembalikan oleh Jaksa.

“Hakim rupanya memberi izin perpanjangan penahanan selama 30 hari lagi untuk melengkapi alat bukti yang menurut jaksa belum cukup,” kata Yusril, Sabtu (13/2/2016).

Yusril Penasehat NazaruddinMenurut dia, ketika mengembalikan berkas Jaksa memberi catatan agar polisi meminta keterangan Presiden Jokowi yang fotonya ada dalam berkas. Keterangan Jokowi sebagai korban penghinaan adalah alat bukti yang penting dalam perkara ini, maka alat bukt tersebut harus dilengkapi dulu.

“Tanpa alat bukti itu, berat bagi jaksa untuk melimpahkan perkara ongen ke pengadilan. Kemungkinan besar dakwaan akan ditolak oleh hakim,” ujarnya.

Lebih lanjut, sambung Yusril, pihaknya akan menunggu saja dalam waktu 30 hari ini agar polisi dapat melengkapi alat bukti yang diminta JPU. “Mudah-mudahan polisi sudah mendapatkan keterangan Pak Jokowi dalam waktu 30 hari ini agar alat bukti yang diminta JPU dapat dipenuhi. Sementara itu kami tidak tinggal diam,” tuturnya.

Yusril melanjutkan, perpanjangan penahanan ongen atas izin hakim PN Jaksel itu akan di lawan ke Pengadilan Tinggi Jakarta. Jalan perlawanan itu diberikan Pasal 35 ayat 7 KUHAP, jika pihaknya berpendapat bahwa perpanjangan penahanan itu tidak punya alasan yang cukup.

“Mudah-mudahan pengadilan tinggi akan mendengar alasan dan argumentasi kami, sehingga perpanjangan penahanan ongen dapat dibatalkan,” pungkas dia.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top