Hukum

Maqdir Sebut Ada Yang Tidak Pas dalam Penolakan Gugatan RJ Lino

Maqdir Ismail

Beritaasatu – Kuasa hukum mantan Direktur Utama (Dirut) Pelindo II RJ Lino, Maqdir Ismail tetap ngotot bahwa penetapan kliennya sebagai tersangka tidak sah, meskipun PN Jaksel menolak gugatan praperadilan Lino.

Maqdir IsmailMaqdir menyebut seseorang tidak dapat ditetapkan sebagai tersangka apabila tidak ada bukti permulaan dengan unsur-unsur dan pasal yang akan dipersangkakan. Dalam konteks kasus QCC tersebut, hakim setidaknya harus menemukan perbuatan melanggar hukum, kerugian negara, dan perbuatan memperkaya diri sendiri yang dilakukan Lino.

Maqdir pun menjelaskan, ahli dari lembaga antirasuah itu sebenarnya sudah sempat mengatakan tentang potensi kerugian negara. Dalam kesaksian yang dilakukan pada Kamis (21/1) kemarin, ahli dari KPK sempat menyinggung tentang kerugian negara yang
berjumlah US$3,6 juta.

“Nah ini juga dikesampingkan oleh hakim. Menurut saya inilah yang tidak pas,” terang Maqdir, Selasa (26/1/2016).

Lebih lanjut, Maqdir mengatakan putusan hakim Udjiati yang mengesahkan penetapan tersangka kliennya oleh KPK akan membahayakan sistem peradilan pidana di Indonesia.

“Putusan seperti ini sangat berbahaya semua orang bisa saja ditetapkan sebagai tersangka tanpa ada bukti permulaan yang cukup berkenaan dengan pasal yang hendak ditersangkakan ini menyimpang dan berbahaya. Ini yang tidak dipertimbangkan oleh hakim,” terang Maqdir.

Masih kata Maqdir, pernyataan hakim bahwa pembuktian kerugian negara seharusnya dibahas di dalam sidang pembuktian bukan di praperadilan sangat tidak tepat.

“Itu kekeliruannya, pokok perkara itu terkait dengan pembuktian orang itu salah atau tidak. Sedangkan di dalam praperadilan ini yang diuji adalah sah atau tidak seorang ditetapkan sebagai tersangka,” tukas dia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top