Ekonomi

Yusril Minta Menteri ESDM Segera Selesaikan Revisi Permen 37 Tahun 2015

Pengamat Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra

Beritaasatu – Yusril Ihza Mahendra selaku kuasa hukum Asosiasi Pedagang Gas Alam Indonesia meminta Menteri ESDM segera menyelesaikan revisi Permen No 37 Tahun 2015 yang memberikan prioritas alokasi dan penyaluran gas alam kepada BUMN dan BUMD.

Yusril Penasehat Nazaruddin“Peraturan tersebut berpotensi mematikan swasta, koperasi dan pengusaha kecil yang selama ini juga bergerak di bidang penyaluran gas alam ke konsumen akhir,” ungkap Yusril, Rabu (30/12/2015).

Menurut dia, substansi Permen tersebut bertentangan dengan UU Migas dan UU Anti Monopoli, yang memberikan kesempatan sama bagi semua perusahaan dan koperasi yang bergerak di bidang penjualan gas alam, sehingga potensial dibatalkan Mahkamah Agung (MA) dalam proses uji materil.

“Peraturan tersebut juga bisa menimbulkan kredit macet karena para pengusaha swasta tidak sedikit jumlahnya yang telah membangun infrastruktur usahanya dengan pinjaman bank,” ujarnya.

Yusril melanjutkan dengan prioritas yang diberikan kepada BUMN dan BUMD, swasta dan koperasi kemungkinan besar akan sulit mendapatkan alokasi gas untuk dijual ke konsumen akhir.

“Peraturan ini juga berpotensi menimbulkan PHK di tengah sulitnya mendapatkan lapangan kerja akibat pelambatan ekonomi nasional,” tuturnya.

Lebih lanjut, Yusril mengaku dirinya telah menyampaikan masukan kepada Menteri ESDM terkait revisi dimaksud sejak pertengahan November yang lalu. Bulan Desember ini, Yusril telah menyampaikan usulan kongkret perubahan pasal-pasal Permen ESDM tersebut. Menteri ESDM melalui stafnya mengatakan akan segera merevisi Permen tersebut berdasarkan masukan positif dari berbagai pihak.

“Oleh karena peraturan tersebut akan berlaku efektif awal tahun 2016, maka saya mengharapkan agar Menteri ESDM segera menindaklajuti revisi itu sebelum berakhirnya tahun 2015,” tandasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top