Hukum

KPK bukan Lagi Komisi Pemberantasan Korupsi, tapi Komisi Pelindung Koruptor

emerson yuntho

Beritaasatu – Indonesia Corruption Watch (ICW) mengaku pesimis dengan lima pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jilid IV hasil pilihan Komisi III DPR. Aktivis ICW Emerson Yuntho melihat, para pimpinan yang terpilih tidak mempunyai rekam jejak dan komitmen yang baik dalam pemberantasan korupsi.

“Saya khawatir KPK bukan lagi Komisi Pemberantasan Korupsi tapi Komisi Pelindung Koruptor,” tegas Emerson, Minggu (20/12/2015).

emerson yunthoLebih lanjut, Emerson mengkritik salah satu Wakil Ketua KPK dari Staf ahli Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Saut Situmorang. Kata dia, memang sulit melihat rekam jejak dan komitmen Saut dari latar belakang profesinya. Namun, kata dia, tidak berpihaknya Saut terhadap komitmen pemberantasan korupsi setidaknya dapat dilihat dari sikapnya yang hendak membuat KPK 80 persen fokus kepada pencegahan.

“Para koruptor kan lebih senang dicegah daripada ditangkap,” tuturnya.

Sementara itu, lanjut dia, Wakil Ketua KPK lainnya juga tak luput dari sorotan ICW, yakni Alexander yang dulunya Hakim ad hoc Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Kata dia, Alex dinilai kerap mengajukan dissenting opinion atau beda pendapat saat memvonis koruptor, misalnya menilai mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah tidak bersalah. Alexander mengatakan bahwa pendapat berbeda yang dimilikinya itu karena tidak ingin putusan diambil berdasarkan opini yang berkembang di masyarakat atau media massa. Saat putusan pegawai Direktorat Jenderal Pajak Dhana Widyatmika, Alex juga kembali mengajukan dissenting opinion dan memutusnya tak bersalah.

“Jangan-jangan nanti dia juga minta kasus disetop karena menyatakan si A tak bersalah,” tandasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top